Headline.co.id, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ~ Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap kelalaian dalam pengelolaan Sistem Penyediaan Pangan dan Gizi (SPPG). Pernyataan ini disampaikan pada Rabu, 2 September 2026, di Jakarta, saat menanggapi laporan mengenai sejumlah masalah dalam implementasi SPPG. Airlangga menekankan pentingnya tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kelalaian tersebut.
Airlangga menjelaskan bahwa SPPG merupakan sistem krusial yang bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan dan gizi bagi masyarakat. Oleh karena itu, setiap bentuk kelalaian yang dapat mengganggu fungsi sistem ini harus ditindak dengan serius. “Kami tidak akan mentolerir kelalaian yang dapat mengancam ketahanan pangan nasional,” ujar Airlangga.
Lebih lanjut, Airlangga menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan SPPG. Evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kelemahan yang ada dalam sistem. Selain itu, Airlangga juga menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi terkait untuk memastikan efektivitas SPPG.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai langkah tindak lanjut, Airlangga menginstruksikan agar setiap instansi yang terlibat dalam SPPG meningkatkan pengawasan dan akuntabilitas. Ia berharap dengan adanya peningkatan pengawasan ini, masalah-masalah yang selama ini menghambat kinerja SPPG dapat segera diatasi. “Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa SPPG berjalan sesuai dengan tujuan awalnya, yaitu menjamin ketersediaan pangan dan gizi bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tutup Airlangga.


















