Headline.co.id, Puncak ~ Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengeluarkan peringatan terkait potensi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring dengan puncak fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada bulan September. Peringatan ini disampaikan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan pihak terkait dalam menghadapi risiko kebakaran yang lebih tinggi akibat kondisi cuaca kering.
Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Ruandha Agung Sugardiman, menjelaskan bahwa El Nino dapat menyebabkan penurunan curah hujan yang signifikan, sehingga meningkatkan risiko terjadinya karhutla. “Kami mengimbau semua pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan langkah-langkah pencegahan agar dampak dari karhutla dapat diminimalisir,” ujar Ruandha.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi, KLHK telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memantau titik-titik panas yang berpotensi menjadi sumber kebakaran. Selain itu, masyarakat juga diharapkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama di daerah-daerah yang rawan kebakaran.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Langkah-langkah pencegahan ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari karhutla, baik terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat. KLHK juga mengingatkan bahwa kualitas udara dapat menurun drastis akibat asap kebakaran, yang dapat memicu berbagai masalah kesehatan, terutama gangguan pernapasan. Oleh karena itu, partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk mengatasi ancaman ini.

















