Headline.co.id, Jakarta ~ Jombang (Kemenag) — Dalam upaya membangkitkan kembali gerakan turats atau warisan pengetahuan ulama Nusantara, Prof. Oman Fathurahman, Guru Besar Filologi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, mengusulkan tiga langkah strategis. Usulan ini disampaikan dalam Seminar Turats Internasional yang berlangsung di Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, sebagai bagian dari rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
Seminar tersebut mengangkat tema penting mengenai pelestarian dan pengembangan turats, dengan menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka, termasuk Prof. Dr. Murtaz As Subayni Ad Dimasqy, Dr. Muhammad Syadi Arbasy, Prof. Dr. Islah Gusmian, dan Prof. Dr. Faisol Fatawi. Prof. Oman menekankan bahwa langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membangun narasi bersama bahwa nahdlat al-turats merupakan kewajiban peradaban yang bersifat fardu kifayah, atau kewajiban kolektif yang harus dipikul oleh masyarakat.
Langkah kedua yang diusulkan adalah pentingnya dukungan finansial dari filantropi Islam untuk mendukung gerakan ini. Prof. Oman menegaskan bahwa sumber dana yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk memastikan kelangsungan upaya pelestarian dan pengembangan turats ulama Nusantara.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai langkah ketiga, Prof. Oman menyoroti pentingnya menjaga dan memperkuat silaturahim antarpegiat turats dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk peneliti, akademisi, dan pemilik manuskrip. Menurutnya, kolaborasi dan kerja sama yang erat berbagai pihak ini akan memperkuat ekosistem turats yang ada.
Prof. Oman juga menggarisbawahi bahwa meskipun berbagai instrumen ekosistem untuk membangkitkan gerakan turats sudah tersedia, seperti Undang-undang Pemajuan Kebudayaan yang menempatkan manuskrip sebagai salah satu Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), namun instrumen-instrumen tersebut masih berjalan sendiri-sendiri. Ia menekankan pentingnya kerja sama dan kolaborasi untuk menghidupkan ekosistem nahdlat al-turats sebagai bagian dari peradaban, dengan Nahdlatul Ulama memiliki tanggung jawab kolektif untuk mendukung para pegiat turats.
















