Headline.co.id, Jakarta ~ Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau telah berlangsung sejak Februari 2026 dengan tujuan mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan. Dalam operasi ini, Satuan Tugas Udara telah menaburkan hampir 160 ton garam (NaCl) ke atmosfer. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan curah hujan di wilayah yang rawan kebakaran.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger, menyatakan bahwa operasi ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan yang sering melanda Riau. “Kami berupaya semaksimal mungkin untuk mengurangi titik panas dan mencegah kebakaran hutan,” ujarnya. Operasi ini melibatkan pesawat yang terbang di atas awan untuk menaburkan garam, yang diharapkan dapat memicu hujan.
OMC di Riau ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk mengatasi masalah kebakaran hutan yang kerap terjadi setiap tahun. Selain operasi udara, BPBD Riau juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap kebakaran. Edukasi kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan juga terus dilakukan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Keberhasilan operasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi masalah serupa. Dengan dukungan teknologi dan kerja sama lintas sektor, diharapkan risiko kebakaran hutan dapat ditekan seminimal mungkin. “Kami berharap langkah ini dapat memberikan dampak positif dan mengurangi dampak buruk dari kebakaran hutan,” tambah Edwar Sanger.
















