Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia berencana mengoptimalkan potensi awan hujan di Provinsi Riau melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) selama empat hari. Langkah ini diambil untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang sering terjadi di wilayah tersebut. Operasi ini dijadwalkan berlangsung mulai akhir Agustus 2026, dengan melibatkan berbagai instansi terkait.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyatakan bahwa operasi ini bertujuan untuk meningkatkan curah hujan di daerah-daerah yang rawan kebakaran. “Kami akan memaksimalkan potensi awan hujan yang ada untuk menurunkan hujan buatan, sehingga dapat mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Operasi ini melibatkan kerjasama BNPB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta TNI Angkatan Udara. Pesawat TNI AU akan digunakan untuk menyemai garam ke dalam awan, yang diharapkan dapat mempercepat proses pembentukan hujan. BMKG telah melakukan analisis cuaca untuk memastikan bahwa operasi ini dilakukan pada waktu yang tepat, ketika potensi awan hujan cukup tinggi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan langkah-langkah lanjutan untuk memastikan keberhasilan operasi ini. Tim di lapangan akan terus memantau perkembangan cuaca dan dampak dari hujan buatan yang dihasilkan. “Kami berharap dengan adanya operasi ini, dampak kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalisir, dan kualitas udara di Riau dapat kembali normal,” tambah Suharyanto. Operasi ini diharapkan dapat memberikan solusi jangka pendek yang efektif dalam menghadapi musim kemarau yang ekstrem di wilayah tersebut.

















