Headline.co.id, Manggarai ~ NTT – Personel Satgas SAR Korps Brimob Polri BKO Polda NTT mengadakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak yang terdampak gempa bumi di Posko Pengungsian Barangkolong, Desa Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 WITA dan dipimpin oleh AKP Roy Ronaldo Dansu, S.Tr.K., S.I.K., selaku Danki Satgas SAR Korps Brimob Polri BKO Polda NTT. Sebanyak 10 personel terlibat dalam memberikan pendampingan melalui berbagai aktivitas edukatif dan motivatif.
Kombes Pol. Hasripuddin, S.I.K., Dansatgas SAR Korps Brimob Polri BKO Polda NTT, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang terdampak bencana. “Pasca bencana, anak-anak membutuhkan perhatian dan pendampingan agar tetap memiliki semangat serta dapat kembali merasa aman. Melalui kegiatan trauma healing ini, kami berupaya menghadirkan suasana yang menyenangkan sekaligus memberikan edukasi dan motivasi kepada mereka,” ungkap Kombes Pol. Hasripuddin dalam keterangannya pada Minggu (23/08).
Ia menekankan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga pada pemulihan kondisi psikologis para korban, khususnya anak-anak yang berada di lokasi pengungsian. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga, terutama para orang tua. Anak-anak pengungsi terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh personel Satgas SAR Korps Brimob Polri BKO Polda NTT.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Melihat anak-anak kembali tersenyum dan bersemangat menjadi bagian penting dari proses pemulihan pascabencana. Kami akan terus bersinergi dan memberikan pelayanan serta pendampingan kepada masyarakat terdampak,” pungkas Kombes Pol. Hasripuddin. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu anak-anak untuk kembali merasa aman dan semangat dalam menghadapi masa depan setelah bencana.

















