Headline.co.id, Jayapura ~ 23 Agustus 2026 – Yeri Stenly Hamadi, Ketua Barisan Merah Putih Provinsi Papua, mengutuk keras aksi penyanderaan terhadap sembilan warga sipil di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Dalam pernyataannya di Kota Jayapura pada Sabtu (22/8/2026), Yeri menegaskan bahwa masyarakat sipil tidak boleh menjadi korban konflik atau alat politik oleh pihak mana pun.
Yeri menyatakan keprihatinannya terhadap tindakan yang dilakukan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) atau kelompok kriminal bersenjata yang menyandera warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. “Saya turut prihatin dan mengecam keras tindakan penyanderaan terhadap masyarakat sipil di Distrik Jila, Kabupaten Mimika,” ujar Yeri. Ia menekankan bahwa perempuan dan anak-anak tidak boleh dijadikan korban atau objek kepentingan politik.
Lebih lanjut, Yeri mendesak agar pihak yang melakukan penyanderaan segera membebaskan semua warga sipil yang menjadi korban. Ia berharap para korban dapat kembali ke keluarga mereka dalam keadaan selamat. “Saya berharap kepada pihak TPNPB yang melakukan penyanderaan agar segera membebaskan masyarakat sipil yang telah disandera,” tambahnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Yeri juga meminta Satgas Kepolisian Damai Cartenz untuk menegakkan hukum terhadap kelompok yang melakukan tindakan kriminal di Papua. Ia mengapresiasi keberhasilan Satgas dalam mengungkap kasus pembunuhan Bripka Anumerta Fredy Lukas Awe dan berharap proses hukum terhadap pelaku dapat berjalan sesuai ketentuan. “Kami mengapresiasi Satgas Damai Cartenz dan berharap proses hukum dapat terus dilanjutkan,” kata Yeri. Ia mengimbau masyarakat Papua, khususnya di Kabupaten Mimika, untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar.

















