Headline.co.id, Di Tengah Tantangan Pertanian Urban Di Kota Besar Yang Memerlukan Pasokan Air Dan Listrik Yang Signifikan ~ lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkenalkan inovasi bernama Aurora. Inovasi ini, yang merupakan singkatan dari Autonomous Utility for Renewable Resources, mengintegrasikan panel surya dan alat kondensasi air untuk menciptakan sistem pertanian vertikal yang mandiri dan efisien. Tim ini terdiri dari Orva Linnisa Husaina, Rayhana Azzahra Kusmana, Arfa Fadilah Ramadhan, Nayaka Sandya Kesuma, dan Faqih Zulfikar Alkaha, dengan bimbingan Budi Sumanto, S.Si, M.Eng.
Aurora lahir dari keprihatinan terhadap ketergantungan pertanian urban pada sumber daya eksternal. Orva, ketua tim, menjelaskan bahwa sistem ini memanfaatkan panel surya bifacial dan Atmospheric Water Generator (AWG) untuk menghasilkan air secara mandiri. Selain itu, konsep green passive building diterapkan untuk memaksimalkan penggunaan ruang di tengah gedung-gedung tinggi. Sistem ini juga dilengkapi dengan teknologi AI-IoT untuk mengelola distribusi energi dan irigasi secara real-time, termasuk kontrol otomatis untuk nutrisi, pH, suhu air, dan kesehatan tanaman.
Rayhana menambahkan bahwa inovasi Aurora disajikan dalam bentuk Video Gagasan Konstruktif, yang memadukan sinematografi, storytelling, animasi 3D, dan augmented reality. Format ini dipilih agar konsep dapat divisualisasikan dengan lebih menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat luas dan dewan juri. “Dengan perpaduan ini, penonton dapat melihat cara kerja Aurora secara visual,” ungkap Rayhana.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Tim berharap bahwa Aurora tidak hanya menjadi gagasan dalam kompetisi, tetapi juga dapat memotivasi generasi muda untuk terus mencari solusi inovatif bagi permasalahan bangsa. Rayhana menekankan pentingnya inovasi yang inklusif dan berkelanjutan untuk ketahanan pangan, air, dan energi di Indonesia. “Ketahanan pangan, air, dan energi Indonesia kelak berada di tangan inovasi-inovasi yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.





















