Headline.co.id, Ende ~ NUSA TENGGARA TIMUR — Polres Ende mengambil langkah proaktif dalam upaya pemulihan psikologis masyarakat yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Ende. Kegiatan trauma healing yang difokuskan pada anak-anak, sebagai kelompok rentan, dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026. Sebelum memulai pendampingan, tim trauma healing dari Polres Ende menjalani penilaian untuk memastikan kesiapan mereka dalam melaksanakan tugas di lapangan.
Kapolres Ende, AKBP Yudhi Franata, menjelaskan bahwa penilaian ini penting untuk memastikan bahwa personel memiliki kesiapan baik dari segi kemampuan maupun kondisi psikologis. “Kami berharap melalui pendampingan ini anak-anak dapat kembali ceria dan merasa bahwa mereka tidak sendiri. Kami akan terus hadir dan mendampingi masyarakat selama dibutuhkan,” ungkap AKBP Yudhi.
Trauma healing yang dilakukan oleh Polres Ende bukan sekadar aktivitas bermain dengan anak-anak. Setiap senyum dan tawa yang kembali hadir merupakan bagian penting dari proses pemulihan masyarakat setelah bencana. Kehadiran dan perhatian dari Polri diharapkan dapat memberikan rasa aman dan membantu masyarakat bangkit kembali dari ketidakpastian pascagempa.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Di tengah situasi kehilangan dan ketidakpastian, kehadiran Polri melalui kegiatan trauma healing ini menjadi bentuk nyata kepedulian untuk mendukung masyarakat. Polres Ende berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan selama masa pemulihan ini.

















