Headline.co.id, Polda Papua Tengah Mengambil Langkah Cepat Dengan Mengerahkan Ratusan Personel Gabungan ~ termasuk Satuan Brimob, untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Nabire. Langkah ini dilakukan pada Jumat, 21 Agustus 2026, dengan tujuan memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas. Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, menyatakan bahwa personel telah dikerahkan bersama instansi terkait dan masyarakat setempat untuk memantau titik api serta mengantisipasi kemungkinan munculnya kebakaran baru.
Data dari BMKG Nabire menunjukkan bahwa pada 20–21 Agustus 2026, terdapat 512 titik panas di berbagai wilayah Papua Tengah. Nabire menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yaitu 279 titik atau sekitar 54,5 persen dari total titik panas. Dari jumlah tersebut, 409 titik berada dalam kategori kepercayaan sedang, 94 titik berkategori rendah, dan sembilan titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi.
Kapolda Jermias Rontini menekankan pentingnya tindakan cepat agar kebakaran dapat segera tertangani dan tidak meluas. “Kami bergerak cepat agar kebakaran segera tertangani dan tidak meluas,” ujarnya di Nabire. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Warga diminta untuk segera melaporkan jika menemukan titik api atau kepulan asap di sekitar permukiman maupun kawasan hutan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Upaya ini merupakan bagian dari langkah preventif dan responsif untuk mengatasi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak luas pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Dengan kerjasama aparat keamanan, instansi terkait, dan masyarakat, diharapkan kebakaran dapat segera diatasi dan tidak menimbulkan kerugian lebih lanjut.

















