Headline.co.id, Flores ~ NTT — Kementerian Agama (Kemenag) sedang mempersiapkan bantuan bagi korban gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur. Bantuan tersebut direncanakan akan diserahkan langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dalam kunjungan kerjanya ke wilayah terdampak.
Plt. Dirjen Bimas Katolik, A.M. Adiyarto Sumardjono, mengungkapkan hal ini saat bertemu dengan Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, di Rumah Keuskupan Labuan Bajo. Dalam pertemuan tersebut, Plt. Dirjen menjelaskan bahwa kunjungan Menteri Agama bertujuan untuk meninjau langsung kondisi masyarakat dan memastikan dukungan pemerintah dalam proses pemulihan pascagempa.
“Menteri Agama akan memberikan bantuan untuk pemulihan sarana ibadah dan fasilitas pendidikan keagamaan bagi semua agama yang terdampak gempa. Selain itu, beliau juga akan memastikan keberlanjutan pelayanan keagamaan dan pendidikan selama masa pemulihan,” ujar A.M. Adiyarto Sumardjono di Labuan Bajo, Jumat (21/8/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Plt. Dirjen Bimas Katolik menambahkan bahwa Menteri Agama terus memantau perkembangan situasi pascagempa dan memberikan arahan agar bantuan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Bantuan harus tepat sasaran dan tidak boleh terjadi tumpang tindih atau ‘dobel bantuan’,” tegasnya.
Gempa susulan masih sering terjadi, sehingga aktivitas ibadah di gereja yang berisiko dihentikan sementara dan dialihkan ke ruang terbuka. Di wilayah Keuskupan Labuan Bajo, sekitar 150 rumah warga dan 9 gereja mengalami kerusakan. SMAK Santo Yohanes Paulus II Labuan Bajo juga terdampak, dengan para siswa yang terpaksa belajar dan tinggal di tenda darurat. Di Keuskupan Ruteng, lebih dari 50 gereja dilaporkan rusak, termasuk Katedral Ruteng. Sementara itu, di Keuskupan Agung Ende, setidaknya 20 gereja mengalami kerusakan.
Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus, menyatakan bahwa kehadiran Menteri Agama di Flores lebih dari sekadar kunjungan kerja. “Kunjungan ini menegaskan pesan Menteri Agama bahwa ‘Jangan khawatir, kalian tidak sendiri. Pemerintah dan segenap warga bangsa Indonesia, khususnya umat beragama, akan ikut memberikan bantuan’. Duka Flores adalah duka bangsa Indonesia,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa pesan tersebut menunjukkan komitmen negara melalui Kementerian Agama untuk mendampingi masyarakat dalam masa-masa sulit, memastikan bantuan darurat tersalurkan secara efektif, serta mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi hingga selesai.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 telah berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat, termasuk pembatalan puncak Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 di Waterfront City Labuan Bajo. Kegiatan yang termasuk dalam Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata itu dibatalkan demi keselamatan dan sebagai bentuk solidaritas bagi masyarakat terdampak.


















