Headline.co.id, Semarang ~ Divisi Hubungan Masyarakat Polri bekerja sama dengan Polda Jawa Tengah mengadakan dialog lintas sektor untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak di era digital. Acara ini berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2026, di Ballroom Hotel Metro Park View, Semarang. Dialog ini bertujuan untuk menanggapi ancaman serius dari konten kekerasan dan penyalahgunaan teknologi yang semakin mengancam keamanan fisik dan psikologis kelompok rentan.
Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Karo Penmas Divhumas Polri, membuka dialog dengan menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan hanya masalah individu, tetapi juga fenomena yang dipengaruhi oleh relasi kuasa, kondisi ekonomi, rendahnya literasi hukum, dan norma sosial yang permisif terhadap kekerasan. Di era digital, ancaman ini semakin meningkat dengan penyebaran konten kekerasan di media sosial dan potensi penyalahgunaan kecerdasan buatan yang dapat menargetkan dan menstigmatisasi korban.
Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Latif Usman, memaparkan data dan tren kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Tengah serta langkah-langkah pencegahan yang telah dilakukan Polda. Diskusi ini juga menyoroti praktik terbaik dalam penanganan laporan, peningkatan akses layanan pelapor, pemulihan korban, serta strategi pencegahan termasuk penguatan literasi digital di sekolah dan komunitas.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Para peserta dialog sepakat untuk memperkuat kolaborasi antarinstansi seperti polisi, dinas sosial, pendidikan, kesehatan, dan LSM untuk respons terpadu. Mereka juga berkomitmen untuk mengadakan kampanye literasi digital dan pendidikan pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah dan keluarga, meningkatkan pengawasan konten online, serta menyediakan mekanisme pelaporan yang ramah anak. Divhumas Polri dan Polda Jateng berkomitmen untuk melanjutkan program bersama ini, memperluas jangkauan edukasi, dan memperkuat kapasitas aparat dalam menangani kejahatan digital yang berdampak pada perempuan dan anak. Langkah implementasi lebih lanjut akan diumumkan seiring tindak lanjut dari dialog ini.



















