Headline.co.id, Manggarai ~ NTT – Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sekelompok warga di Wae Pesi, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, melakukan aksi blokade jalan sebagai bentuk protes terhadap lambatnya distribusi bantuan pascagempa. Aksi ini terjadi ketika rombongan anggota Polri sedang dalam perjalanan menuju Posko Reo. Warga menghentikan kendaraan pemerintah, termasuk kendaraan kepolisian, untuk menyampaikan keluhan mereka terkait bantuan yang belum tiba di wilayah mereka.
Menanggapi situasi tersebut, Kasi Humas Polres Manggarai, AKP Ngurah Saba Nugraha, memilih untuk turun langsung dan berinteraksi dengan warga. Dengan pendekatan yang tenang, AKP Ngurah mendengarkan keluhan warga tanpa ada perdebatan atau tindakan represif. Ia membuka ruang komunikasi agar keresahan warga dapat tersampaikan dengan baik.
“Kami memahami kekecewaan masyarakat. Dalam situasi bencana seperti ini, warga tentu ingin segera mendapatkan bantuan. Kami datang untuk mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan mereka dan menjelaskan kondisi pendistribusian bantuan agar semuanya bisa dipahami bersama,” ujar AKP Ngurah Saba Nugraha.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Setelah mendengarkan aspirasi masyarakat, AKP Ngurah memberikan penjelasan mengenai proses pendistribusian bantuan dan upaya yang sedang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. Penjelasan ini berhasil meredakan ketegangan, dan warga akhirnya membuka blokade jalan. Rombongan Polri pun dapat melanjutkan perjalanan menuju Posko Reo dengan aman.
Peristiwa ini menegaskan pentingnya komunikasi dan kehadiran aparat dalam merespons situasi krisis. Bagi Polri, mendengarkan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat menjadi langkah penting untuk menjaga situasi tetap kondusif dan memastikan suara warga terdampak tidak terabaikan.



















