Headline.co.id, Kementerian Pendidikan ~ Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan program AKSARA (Aksi Sosial dan Relawan Mahasiswa) untuk membantu pemulihan di Nusa Tenggara Timur (NTT) pascabencana. Program ini bertujuan untuk melibatkan mahasiswa dalam kegiatan sosial dan pemulihan infrastruktur di daerah terdampak. Peluncuran program ini dilakukan pada Senin, 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-81.
Program AKSARA dirancang untuk mengoptimalkan peran mahasiswa dalam membantu masyarakat yang terkena dampak bencana di NTT. Mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia akan dikerahkan untuk terlibat langsung dalam kegiatan pemulihan, seperti perbaikan fasilitas umum, pendampingan psikososial, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Kemdiktisaintek berharap, dengan adanya program ini, mahasiswa dapat berkontribusi nyata dalam proses pemulihan dan pembangunan kembali daerah yang terdampak.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat pemulihan di NTT. “Kami ingin mahasiswa menjadi agen perubahan yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Nadiem. Ia menambahkan bahwa program ini juga akan memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kemdiktisaintek menargetkan program AKSARA dapat berjalan efektif selama enam bulan ke depan, dengan evaluasi berkala untuk memastikan keberhasilan dan dampaknya terhadap masyarakat. Selain itu, program ini diharapkan dapat menjadi model bagi kegiatan serupa di masa depan, terutama dalam penanganan bencana di berbagai daerah di Indonesia. Dengan pelibatan aktif mahasiswa, diharapkan pemulihan di NTT dapat berjalan lebih cepat dan efisien.



















