Headline.co.id, Kampar ~ Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 12 hektare di Buluh Apo, Kabupaten Kampar, Riau, mengalami hambatan signifikan akibat angin kencang. Kebakaran yang terjadi sejak awal pekan ini belum dapat dikendalikan sepenuhnya, meskipun tim pemadam kebakaran telah dikerahkan ke lokasi. Kondisi cuaca yang tidak mendukung menjadi tantangan utama dalam penanganan karhutla ini.
Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, angin kencang yang melanda wilayah tersebut mempercepat penyebaran api, sehingga menyulitkan proses pemadaman. “Angin kencang membuat api cepat menyebar, sehingga tim di lapangan harus bekerja ekstra keras untuk mengendalikan situasi,” ujar Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger, pada Selasa (11/8/2026).
Tim pemadam kebakaran yang terdiri dari berbagai instansi, termasuk TNI, Polri, dan Manggala Agni, terus berupaya memadamkan api dengan menggunakan peralatan pemadam kebakaran darat dan udara. Namun, kondisi medan yang sulit dan cuaca yang tidak bersahabat menjadi kendala utama. “Kami terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk mengoptimalkan upaya pemadaman,” tambah Edwar.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pemerintah daerah setempat juga telah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, mengingat kondisi cuaca yang kering dan berangin. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terjadinya kebakaran baru yang dapat memperburuk situasi. Sementara itu, BPBD Riau terus memantau perkembangan di lapangan dan siap mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan.















