HEADLINE.CO.ID, JAKARTA ~ Santos vs Atlético Paranaense berakhir pahit bagi tuan rumah setelah Peixe kalah 0-2 dalam pertandingan pekan ke-22 Campeonato Brasileiro di Stadion Vila Belmiro, Minggu (9/8/2026) malam. Dua gol Kevin Viveros pada babak pertama membuat Santos gagal mendapatkan poin dan turun ke peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi 22 poin.
Kekalahan dalam laga Santos vs Atlético Paranaense menjadi pukulan serius bagi skuad asuhan Cuca karena membawa Santos masuk ke zona degradasi Liga Brasil. Situasi semakin sulit setelah Internacional mampu bertahan di atas Santos dengan keunggulan satu poin setelah bermain imbang tanpa gol melawan Palmeiras.
Hasil Santos vs Atlético Paranaense juga memperpanjang periode sulit Peixe yang hanya meraih satu kemenangan dalam lima pertandingan terakhir. Bermain tanpa Neymar yang harus menjalani sanksi akumulasi kartu kuning, Santos gagal membalas dua gol cepat Atlético Paranaense yang dicetak Kevin Viveros pada menit ke-13 dan ke-25.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Santos Turun ke Posisi 17
Kekalahan di Vila Belmiro membuat Santos tetap mengoleksi 22 poin dengan selisih gol minus enam. Posisi tersebut menempatkan Peixe di peringkat ke-17 klasemen sementara dan masuk zona degradasi.
Tekanan terhadap Santos meningkat karena persaingan di papan bawah berlangsung ketat. Internacional mampu mempertahankan posisi di luar zona merah setelah mendapatkan satu poin dalam pertandingan melawan Palmeiras.
Hasil tersebut membuat Santos membutuhkan perbaikan segera apabila ingin menjauh dari ancaman degradasi.
Kekalahan dari Atlético Paranaense juga terasa semakin berat karena terjadi di kandang sendiri. Para pendukung Santos yang memenuhi Vila Belmiro menunjukkan kekecewaan ketika tim kesayangan mereka tertinggal dua gol pada babak pertama.
Sorakan ketidakpuasan terdengar saat para pemain meninggalkan lapangan menuju ruang ganti pada akhir babak pertama.
Dua Gol Kevin Viveros Jadi Pukulan Telak
Permasalahan Santos sudah terlihat sejak awal pertandingan ketika pertahanan mereka kesulitan mengantisipasi serangan Atlético Paranaense.
Kevin Viveros membuka keunggulan tim tamu pada menit ke-13 setelah mendapatkan kesempatan di dalam kotak penalti.
Hanya berselang 12 menit, penyerang asal Kolombia tersebut kembali menghukum pertahanan Santos. Viveros mencetak gol kedua pada menit ke-25 dengan memanfaatkan kelemahan tuan rumah dalam menghadapi bola panjang.
Dua gol tersebut membuat Atlético Paranaense memiliki kendali lebih besar terhadap pertandingan.
“Saya sangat bahagia dengan penampilan saya dan bisa membantu tim meraih kemenangan ini. Gol yang membuat perbedaan dalam pertandingan,” kata Kevin Viveros.
Ketajaman Viveros menjadi faktor utama yang membuat Santos semakin tertekan. Berdasarkan data dalam bahan pertandingan, tambahan dua gol tersebut membuatnya mengoleksi 14 gol di liga.
Pelatih Atlético Paranaense, Odair Hellmann, juga menyoroti efektivitas sang penyerang.
“Viveros menunjukkan efisiensi luar biasa. Dua peluang, dua gol. Itu yang membedakan pertandingan ini,” ujar Odair Hellmann.
Santos Gagal Memanfaatkan Peluang
Santos bukan tanpa peluang sepanjang pertandingan. Caballero dan Gabigol sempat memberikan ancaman terhadap pertahanan Atlético Paranaense pada babak pertama.
Namun, upaya keduanya belum mampu menghasilkan gol. Penjaga gawang Atlético Paranaense, Mycael, tampil solid dalam menggagalkan peluang yang datang ke gawangnya.
Ketika Atlético Paranaense mampu memaksimalkan peluang menjadi gol, lini depan Santos justru kesulitan menemukan penyelesaian akhir.
Situasi serupa berlanjut setelah turun minum. Santos mencoba meningkatkan tekanan melalui Gabriel Menino, tetapi pertahanan tim tamu tetap mampu menjaga keunggulan.
Di sisi lain, Atlético Paranaense bahkan mempunyai kesempatan menambah gol. Gabriel Brazao harus melakukan penyelamatan ganda untuk menggagalkan peluang Viveros mencetak hat-trick.
Skor 0-2 akhirnya tidak berubah hingga pertandingan berakhir.
Absennya Neymar Terasa bagi Santos
Santos menjalani pertandingan tersebut tanpa Neymar yang terkena sanksi akumulasi tiga kartu kuning.
Absennya pemain utama tersebut membuat Cuca harus mencari alternatif di lini serang. Gabigol dan Caballero menjadi bagian dari upaya Santos membongkar pertahanan Atlético Paranaense, tetapi tidak mampu menghasilkan gol.
Cuca mengakui timnya sedang menghadapi situasi yang tidak mudah.
“Kami kehilangan banyak pemain kunci, ditambah masalah di luar lapangan. Situasi ini membuat tim semakin sulit bersaing,” ujar Cuca.
Selain persoalan di lapangan, bahan pertandingan juga menyebut Santos sedang menghadapi tekanan finansial, termasuk tunggakan gaji dan larangan transfer dari FIFA.
Kombinasi masalah tersebut menjadi tantangan tambahan bagi tim yang sedang berusaha keluar dari papan bawah Campeonato Brasileiro.
Gabriel Brazao Dapat Kritik Suporter
Kiper Santos, Gabriel Brazao, juga menjadi salah satu pemain yang mendapat sorotan setelah pertandingan.
Keputusannya ketika keluar dari gawang pada proses gol kedua Atlético Paranaense mendapat kritik dari pendukung. Sejumlah suporter meluapkan kekecewaan melalui media sosial setelah Santos kembali kebobolan.
Meski mendapatkan sorotan, Brazao tetap membuat beberapa penyelamatan penting pada babak kedua.
Penyelamatan gandanya terhadap peluang Atlético Paranaense mencegah Santos mengalami kekalahan dengan skor lebih besar.
Namun, dua gol yang sudah tercipta pada babak pertama cukup bagi tim tamu untuk membawa pulang tiga poin dari Vila Belmiro.
Atlético Paranaense Berada di Situasi Berlawanan
Ketika Santos harus berjuang di zona degradasi, Atlético Paranaense justru berada dalam kondisi lebih positif.
Kemenangan tersebut membuat Atlético Paranaense mengoleksi 40 poin dan berada di peringkat ketiga klasemen sementara berdasarkan data dalam bahan pertandingan.
Performa kedua tim dalam lima pertandingan terakhir juga menunjukkan perbedaan signifikan.
Atlético Paranaense berhasil membukukan empat kemenangan dari lima pertandingan, sedangkan Santos hanya mendapatkan satu kemenangan dalam periode yang sama.
Kondisi tersebut memperlihatkan besarnya pekerjaan yang harus dilakukan Cuca untuk mengembalikan stabilitas permainan Santos.
Santos Dituntut Segera Bangkit
Santos tidak mempunyai banyak waktu untuk membenahi kondisi tim setelah kekalahan dari Atlético Paranaense.
Peixe dijadwalkan menghadapi Macará dalam Copa Sudamericana pada 13 Agustus 2026. Setelah itu, mereka akan kembali menjalani pertandingan Campeonato Brasileiro melawan Vasco da Gama pada 16 Agustus 2026.
Pertandingan melawan Vasco menjadi sangat penting bagi Santos karena mereka membutuhkan tambahan poin untuk keluar dari zona degradasi.
Setelah hanya meraih satu kemenangan dalam lima pertandingan terakhir, tekanan kini berada pada Cuca dan para pemain untuk menghentikan tren buruk.
Kekalahan 0-2 dari Atlético Paranaense bukan hanya membuat Santos kehilangan tiga poin di kandang, tetapi juga membawa Peixe ke situasi yang semakin berbahaya di papan bawah. Dengan kompetisi terus berjalan, Santos membutuhkan perubahan hasil secepat mungkin untuk menjaga peluang bertahan di kasta tertinggi Liga Brasil.














![Pembalap tim satelit Aprilia, Raul Fernandez. [Foto : Dok. MotoGP]](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/08/Pembalap-tim-satelit-Aprilia-Raul-Fernandez.webp)
