HEADLINE.CO.ID, JAKARTA ~ Santos gagal memanfaatkan keuntungan bermain di kandang setelah takluk 0-2 dari Atlético Paranaense di Stadion Vila Belmiro, Minggu (9/8/2026) malam, dalam lanjutan pekan ke-22 Campeonato Brasileiro. Kevin Viveros menjadi tokoh utama kemenangan tim tamu dengan mencetak dua gol hanya dalam rentang 12 menit pada babak pertama. Hasil Santos vs Atlético Paranaense tersebut sekaligus membuat tuan rumah semakin tertekan dalam persaingan papan bawah Liga Brasil.
Pertandingan Santos vs Atlético Paranaense sebenarnya masih berjalan terbuka pada awal laga. Namun, efektivitas serangan tim tamu membuat situasi berubah cepat setelah Viveros membuka keunggulan pada menit ke-13 sebelum kembali mencetak gol pada menit ke-25.
Dua gol dalam pertandingan Santos vs Atlético Paranaense tersebut menjadi pukulan berat bagi skuad asuhan Cuca. Santos mencoba merespons melalui Caballero dan Gabigol, tetapi pertahanan Atlético Paranaense serta penampilan kiper Mycael mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kevin Viveros Hukum Celah Pertahanan Santos
Atlético Paranaense tidak membutuhkan banyak peluang untuk memberikan tekanan besar kepada tuan rumah. Kevin Viveros menunjukkan ketajamannya ketika mendapatkan ruang di lini pertahanan Santos.
Gol pertama tercipta pada menit ke-13. Penyerang asal Kolombia tersebut mampu menyelesaikan peluang dari dalam kotak penalti dan membawa Atlético Paranaense unggul 1-0.
Santos belum sempat benar-benar mengendalikan pertandingan ketika Viveros kembali memberikan pukulan pada menit ke-25. Ia memanfaatkan kelemahan pertahanan tuan rumah dalam menghadapi bola panjang untuk menggandakan keunggulan timnya.
Dua gol dalam rentang 12 menit itu membuat Atlético Paranaense berada dalam posisi nyaman sebelum pertandingan memasuki setengah jam pertama.
Viveros mengaku puas karena mampu memberikan kontribusi langsung terhadap kemenangan timnya.
“Saya sangat bahagia dengan penampilan saya dan bisa membantu tim meraih kemenangan ini. Gol yang membuat perbedaan dalam pertandingan,” kata Kevin Viveros.
Tambahan dua gol tersebut juga membawa Viveros mengoleksi total 14 gol berdasarkan data dalam bahan pertandingan.
Efektivitas Jadi Pembeda Pertandingan
Keberhasilan Atlético Paranaense tidak hanya ditentukan oleh jumlah peluang yang mereka ciptakan, tetapi juga kemampuan memaksimalkan kesempatan di depan gawang.
Pelatih Atlético Paranaense, Odair Hellmann, menilai efektivitas Viveros menjadi faktor penting yang membedakan kedua tim.
“Viveros menunjukkan efisiensi luar biasa. Dua peluang, dua gol. Itu yang membedakan pertandingan ini,” ujar Odair Hellmann.
Pernyataan tersebut tercermin dari jalannya laga. Santos sebenarnya beberapa kali mampu memasuki area berbahaya, tetapi peluang mereka tidak menghasilkan gol.
Caballero dan Gabigol sempat memberikan ancaman pada babak pertama. Namun, penjaga gawang Atlético Paranaense, Mycael, mampu menggagalkan peluang-peluang tersebut.
Ketika Atlético mampu mengubah peluang menjadi gol, Santos justru kesulitan mendapatkan penyelesaian akhir yang efektif.
Santos Kesulitan Tanpa Neymar
Tuan rumah memasuki pertandingan tanpa Neymar yang harus menjalani sanksi akibat akumulasi tiga kartu kuning. Absennya salah satu pemain utama itu membuat opsi serangan Santos menjadi lebih terbatas.
Cuca mengandalkan sejumlah pemain seperti Gabigol dan Caballero untuk memberikan tekanan terhadap pertahanan tim tamu. Namun, hingga babak pertama selesai, Santos tetap tertinggal dua gol.
Kekecewaan mulai terdengar dari tribun Vila Belmiro ketika para pemain Santos meninggalkan lapangan saat jeda pertandingan.
Pada babak kedua, Santos mencoba meningkatkan intensitas permainan. Gabriel Menino turut memberikan tekanan, tetapi tidak ada peluang yang mampu dikonversi menjadi gol.
Cuca mengakui kondisi timnya sedang tidak ideal.
“Kami kehilangan banyak pemain kunci, ditambah masalah di luar lapangan. Situasi ini membuat tim semakin sulit bersaing,” ujar Cuca.
Gabriel Brazao Jadi Sorotan
Selain lini serang yang gagal mencetak gol, sektor pertahanan Santos juga mendapat perhatian setelah kebobolan dua kali pada babak pertama.
Kiper Gabriel Brazao menjadi salah satu pemain yang mendapat kritik setelah pertandingan. Keputusannya ketika keluar dari gawang pada proses gol kedua dinilai berkontribusi terhadap terciptanya gol Viveros.
Sejumlah pendukung Santos menyampaikan kekecewaan melalui media sosial terhadap penampilan sang penjaga gawang.
Meski demikian, Brazao juga sempat membuat penyelamatan penting pada babak kedua. Ia melakukan penyelamatan ganda untuk mencegah Viveros mencetak gol ketiga.
Upaya tersebut membuat skor tetap 0-2 hingga akhir pertandingan, tetapi tidak cukup untuk menyelamatkan Santos dari kekalahan.
Kekalahan Tekan Posisi Santos di Klasemen
Kekalahan di kandang membuat Santos tertahan dengan 22 poin dan berada di peringkat ke-17 klasemen sementara berdasarkan data dalam bahan pertandingan.
Posisi tersebut menempatkan Santos di zona degradasi. Kondisi semakin sulit karena Internacional mampu bertahan satu poin di atas Santos setelah bermain imbang tanpa gol melawan Palmeiras.
Sebaliknya, Atlético Paranaense mengoleksi 40 poin dan berada di posisi ketiga klasemen sementara.
Perbedaan tren kedua tim juga terlihat dari lima pertandingan terakhir. Atlético Paranaense mencatat empat kemenangan, sedangkan Santos hanya mampu meraih satu kemenangan.
Hasil tersebut menunjukkan tekanan yang semakin besar terhadap Santos untuk segera memperbaiki performa.
Santos Ditunggu Laga Penting Berikutnya
Santos tidak memiliki banyak waktu untuk meratapi kekalahan dari Atlético Paranaense.
Tim asuhan Cuca dijadwalkan menghadapi Macará dalam pertandingan Copa Sudamericana pada 13 Agustus 2026.
Setelah itu, Santos akan kembali ke kompetisi domestik untuk menghadapi Vasco da Gama pada 16 Agustus 2026.
Duel melawan Vasco menjadi penting karena Santos membutuhkan tambahan poin untuk memperbaiki posisi di papan bawah.
Sementara bagi Atlético Paranaense, kemenangan di Vila Belmiro memperpanjang tren positif mereka. Ketajaman Kevin Viveros menjadi salah satu faktor utama, terutama setelah dua gol dalam 12 menit berhasil mengubah arah pertandingan dan memastikan tiga poin bagi tim tamu.













![Pembalap tim satelit Aprilia, Raul Fernandez. [Foto : Dok. MotoGP]](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/08/Pembalap-tim-satelit-Aprilia-Raul-Fernandez.webp)
