Highlight Berita Motor Oleng dan Tabrak Tembok di Jalan Palagan Sleman, Dua Warga Jawa Tengah Tewas di Lokasi:
Headline.co.id, Sleman ~ Kecelakaan lalu lintas tunggal yang melibatkan sepeda motor Honda Scoopy terjadi di Jalan Palagan Tentara Pelajar, Jongkrang, Sariharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman, Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 03.30 WIB. Dua orang yang berada di sepeda motor tersebut meninggal dunia setelah kendaraan kehilangan kendali dan menabrak tembok rumah. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti, dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk menangani peristiwa tersebut.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengatakan lokasi kecelakaan berada di sebelah utara Rumah Makan Ayam Goreng dan Empal Sapi Sedayu. Kendaraan yang terlibat merupakan Honda Scoopy yang dikendarai FR, laki-laki berusia 23 tahun asal Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah.
Sepeda motor tersebut juga membawa seorang pembonceng berinisial AFNB. Perempuan berusia 19 tahun itu tercatat sebagai warga Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh kepolisian, sepeda motor melaju di Jalan Palagan Tentara Pelajar dari arah utara menuju selatan. Kendaraan kemudian mengalami gangguan kendali saat tiba di lokasi kejadian.
“Sesampainya di lokasi kejadian, kendaraan tiba-tiba oleng sehingga pengendara kehilangan kendali dan menabrak tembok rumah,” kata Iptu Argo Anggoro kepada Headline.co.id, Kamis.
Benturan tersebut menyebabkan pengendara dan pembonceng terjatuh. Keduanya mengalami cedera kepala berat dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara.
“Kedua korban mengalami cedera kepala berat dan meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujar Argo.
Jenazah kedua korban selanjutnya dibawa ke bagian Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. Langkah tersebut dilakukan untuk penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur.
Satlantas Polresta Sleman Amankan Barang Bukti
Setelah menerima laporan kecelakaan, petugas Satuan Lalu Lintas Polresta Sleman mendatangi lokasi dan mengamankan tempat kejadian perkara. Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban serta kendaraan yang terlibat.
Selain mengamankan barang bukti, petugas mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui atau berada di sekitar lokasi kejadian. Pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi informasi mengenai kronologi kecelakaan tunggal tersebut.
Berdasarkan pendataan awal kepolisian, kerugian materiil akibat kecelakaan diperkirakan mencapai sekitar Rp4,5 juta. Kerugian tersebut berkaitan dengan kerusakan kendaraan dan dampak benturan dalam kecelakaan.
Hingga informasi disampaikan, kronologi yang diperoleh polisi masih berdasarkan keterangan awal. Petugas tetap melakukan penanganan dan pengumpulan informasi untuk memastikan rangkaian kejadian secara menyeluruh.
Polisi Ingatkan Bahaya Mengantuk saat Berkendara
Polresta Sleman mengimbau masyarakat, khususnya pengguna sepeda motor, meningkatkan kewaspadaan ketika berkendara. Pengendara diminta mengatur kecepatan sesuai kondisi jalan dan memastikan kendaraan dalam keadaan layak digunakan.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya pengguna sepeda motor, agar selalu berhati-hati dan menjaga kecepatan, memastikan kondisi kendaraan layak jalan, serta tidak berkendara dalam kondisi mengantuk atau kurang konsentrasi,” kata Argo.
Konsentrasi pengendara menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keselamatan di jalan raya, terutama ketika berkendara pada dini hari. Kondisi tubuh yang lelah atau mengantuk dapat mengurangi kemampuan pengendara dalam mengendalikan kendaraan dan merespons kondisi jalan.
Kepolisian juga mengingatkan pengendara agar beristirahat apabila merasa lelah sebelum melanjutkan perjalanan. Pemeriksaan rem, ban, lampu, dan komponen utama kendaraan juga perlu dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan selama perjalanan.



















