Headline.co.id, Jakarta ~ Pada bulan Juli 2026, Provinsi Aceh mengalami peningkatan inflasi yang signifikan, dipicu oleh kenaikan harga beras dan bensin. Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh melaporkan bahwa kedua komoditas tersebut menjadi kontributor utama dalam laju inflasi daerah tersebut. Kenaikan harga beras dan bensin ini berdampak langsung pada biaya hidup masyarakat Aceh.
Menurut data yang dirilis oleh BPS Aceh, inflasi pada bulan Juli mencapai angka yang cukup tinggi. Kepala BPS Aceh, Muhammad Iqbal, menjelaskan bahwa kenaikan harga beras disebabkan oleh faktor cuaca yang mempengaruhi produksi lokal. Sementara itu, harga bensin mengalami kenaikan seiring dengan fluktuasi harga minyak dunia yang mempengaruhi biaya distribusi.
Selain beras dan bensin, beberapa komoditas lain juga turut menyumbang inflasi, meskipun dalam skala yang lebih kecil. Di antaranya adalah tarif angkutan udara dan harga daging ayam ras. Iqbal menambahkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan harga dan bekerja sama dengan instansi terkait untuk mengendalikan inflasi agar tidak semakin membebani masyarakat.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah berencana untuk meningkatkan cadangan beras dan mengoptimalkan distribusi bahan bakar agar harga tetap stabil. Upaya ini diharapkan dapat menekan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat Aceh. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam mengelola pengeluaran sehari-hari selama periode inflasi ini.




















