Headline.co.id, Bengkalis ~ Pemerintah Provinsi Riau mempercepat upaya perlindungan kawasan pesisir dengan merehabilitasi ekosistem mangrove. Bertepatan dengan Hari Mangrove Sedunia, Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) Wilayah Riau mengadakan penanaman mangrove di Desa Deluk, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Wilayah ini dikenal rawan abrasi di pesisir Selat Malaka.
Desa Deluk di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, menjadi salah satu fokus Program M4CR dengan target rehabilitasi seluas 13 hektare dan penanaman 1.000 bibit mangrove. Langkah ini bertujuan memperkuat pertahanan alami pesisir dari ancaman abrasi dan gelombang laut.
M. Arif Fahrurozi, Manager PPIU M4CR Riau, menyatakan bahwa Provinsi Riau adalah salah satu prioritas dalam program rehabilitasi mangrove nasional yang dilaksanakan oleh Kementerian Kehutanan dengan dukungan Bank Dunia. Hingga tahun 2026, rehabilitasi mangrove di Riau telah mencapai lebih dari 3.200 hektare.
Arif mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis, instansi terkait, dan kelompok masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan Program M4CR. Ia menekankan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting untuk menjaga keberlanjutan rehabilitasi mangrove serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau sekaligus Ketua Harian II Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Riau, M. Job Kurniawan, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola mangrove melalui kolaborasi lintas sektor.
Bupati Bengkalis, Kasmarni, menekankan pentingnya menjaga hutan mangrove sebagai benteng alami wilayah pesisir, terutama di daerah kepulauan yang rentan terhadap abrasi dan dampak perubahan iklim. Menurutnya, pelestarian mangrove adalah tanggung jawab bersama untuk melindungi lingkungan dan menjaga keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir di masa depan.
Melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, rehabilitasi mangrove diharapkan dapat memperkuat ketahanan pesisir, mengurangi risiko abrasi, serta mendukung keberlanjutan ekosistem dan ekonomi masyarakat di wilayah pantai Riau.














