Pakar Israel Uji Obat Antikolesterol Diklaim Berhasil Jinakkan Virus Covid-19 jadi seperti Flu Biasa

  • Whatsapp
Professor Yaakov Nahmias dari Hebrew University
Professor Yaakov Nahmias dari Hebrew University. (screengrab)

Headline.co.id (Jakarta) ~ Virus Corona telah menyebar luas hingga ratusan negara bahkan hingga saat ini virus tersebut telah menginfeksi hampir 14 juta warga dunia dan merenggut 593.618 nyawa. Peneliti di Hebrew University Yerusalem dan Mount Sinai Medical Center di New York menemukan cara yang terbukti mengurangi tingkat keparahan Virus SARS-CoV-2 ( virus pemicu COVID-19) menjadi seperti penyakit flu biasa.

Penelitian dari Prof Ya’acov Nahmias dan Dr Benjamin tenOs Sinai dari Universitas Hebrew, mengungkapkan bahwa obat yang disetujui FDA (BPOM Amerika) Fenofibrate (Tricor) dapat mengurangi kemampuan SARS-CoV-2 untuk mereproduksi atau bahkan membuatnya hilang.

Bacaan Lainnya

Nahmias menunjukan bahwa novel coronavirus sangat jahat karena menyebabkan lipid disimpan di paru-paru, dan ada solusi untuk memperbaiki kerusakan: obat anti kolesterol yang banyak digunakan yang disebut fenofibrate.

baca juga: Pilkada Depok 2020, PDI Perjuangan Resmi Usung Pradi dan Afifah

Nahmias dan tenOever menghabiskan tiga bulan terakhir mempelajari apa yang dilakukan SARS-CoV-2 terhadap sel paru-paru manusia.

Mereka menemukan bahwa Virus Corona Baru mencegah pembakaran rutin karbohidrat, yang menghasilkan sejumlah besar lemak yang terkumpul di dalam sel paru-paru – suatu kondisi yang diperlukan SARS-CoV-2 agar bisa bereproduksi.

“Jika temuan kami didukung oleh studi klinis, pengobatan ini berpotensi menurunkan keparahan Covid-19 menjadi tidak lebih buruk daripada flu biasa,” ungkapnya.

Tidak seperti remdesivir, yang dipuji karena pengaruhnya terhadap pasien coronavirus, fenofibrate, kadang-kadang dijual dengan nama merek Tricor, sudah terakreditasi oleh Food and Drug Administration Amerika dan pasokannya berlimpah. Remdesivir kekurangan pasokan dan juga masih menunggu persetujuan penuh oleh regulator seperti FDA.

baca juga: Antisipasi Covid-19, Satlantas Polres Tanggamus Buat Ruang Henti Khusus di Lampu Apill

Dikutip dari The Times of Israel, Rabu (15/7), Makalah mereka telah ditayangkan di portal online yang dijalankan oleh Cell Press, penerbit jurnal biomedis, untuk penelitian yang belum ditinjau oleh rekan sejawat. Nahmias dan tenOever melakukan tes laboratorium pada sel paru-paru manusia yang terinfeksi SARS-CoV-2.

Dia mengatakan virus mengganggu kemampuan tubuh untuk memecah lemak, dan fenofibrate memulai proses ini. “Hal yang menarik tentang penelitian kami adalah fenofibrate sebenarnya mengikat dan mengaktifkan situs pada DNA yang dimatikan oleh virus – bagian dari DNA kami yang memungkinkan sel-sel kami untuk membakar lemak,” katanya.

Nahmias mengatakan bahwa tingkat bahaya yang tinggi dari coronavirus tidak disebabkan oleh infeksi atau kemampuan umum tubuh untuk membersihkan diri dari virus, tetapi karena gejala unik yang ditimbulkannya. “Tubuh Anda dapat dengan mudah menangani virus, yang perlu kita lakukan hanyalah mengatasi gejalanya,” katanya.

baca juga: Sukseskan Sensus Online 2020, Pemprov Banten Raih Penghargaan BPS

“Kita perlu memberi waktu pada tubuh untuk membersihkan virus tanpa mengalami gangguan pernapasan. Dan dengan melakukan ini saya pikir kita bisa mengubahnya menjadi sesuatu yang jauh lebih tidak serius, seperti flu biasa.”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *