Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Sosial (Kemensos) mengumumkan keberhasilan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) yang tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan sosial, tetapi juga pada penguatan kemampuan, kepemilikan aset, dan akses bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Program ini berhasil meningkatkan taraf ekonomi 1.200 warga miskin yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Direktur Pemberdayaan Sosial Kemensos, Radik Raksaguna, menyampaikan dalam keterangan resmi di Jakarta pada Kamis (23/7/2026) bahwa pendampingan ekonomi ini dirancang agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri. “Kami ingin masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi juga mampu berdikari,” ujar Radik.
Penyuluh Sosial dari Direktorat Pemberdayaan Sosial, Nicki, menjelaskan bahwa PPSE memanfaatkan bantuan sosial sebagai modal untuk usaha yang fleksibel. Bantuan disesuaikan dengan minat dan rekam jejak usaha KPM, meliputi sektor jasa perdagangan, peternakan, pertanian, hingga usaha mikro lainnya.
Keberhasilan program ini juga didukung oleh peran aktif pendamping melalui Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2). Lidia, salah seorang pendamping lapangan, menjelaskan bahwa pendamping berperan sebagai fasilitator, mediator, dan motivator untuk membangun daya juang KPM, serta menghubungkan mereka dengan mitra usaha yang kompeten.
Keberhasilan pendekatan ini terlihat dari capaian sejumlah penerima manfaat di Karanganyar. Siti Rokayah, KPM asal Pondok Rejo, Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar, berhasil mengembangkan usaha ayam goreng krispi sejak 2024 dan mencatatkan omzet Rp5 juta per bulan. Sementara itu, Fitriana dari Pencol, Desa Gebyog, Kecamatan Mojogedong, sukses dalam usaha penjualan sayur-mayur dan umbi-umbian sejak 2023 dengan omzet mencapai Rp20 juta per bulan.














