Headline.co.id, Yogyakarta ~ Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan usaha mikro dan pelestarian transportasi tradisional. Komitmen ini diwujudkan dengan pembukaan Pasar Rakyat UMi Tahun 2026 dan penyerahan Becak Kayuh Listrik Pariwisata (Bekalista) di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 16 Juli 2026.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menekankan bahwa pembangunan ekonomi tidak harus menghilangkan identitas budaya. Sebaliknya, nilai-nilai tradisi dapat dipertahankan dan diperkuat dengan memanfaatkan teknologi untuk memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan menyatakan bahwa becak adalah salah satu ikon Yogyakarta yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Melalui program Bekalista, pemerintah menghadirkan inovasi berupa becak kayuh berbantuan tenaga listrik yang tetap mempertahankan karakter khas becak tradisional sekaligus meningkatkan produktivitas para pengayuh.
“Pemerintah memandang penguatan usaha mikro sebagai bagian penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional,” ujar Menteri Keuangan dalam kegiatan Penyerahan Secara Simbolik Ekosistem Bekalista Yogyakarta & Pembukaan Pasar Rakyat UMi 2026 di Yogyakarta, Kamis (16/7/2026).
Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 66,5 juta pelaku UMKM, di mana lebih dari 97 persen merupakan usaha mikro yang berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap hampir 117 juta tenaga kerja. Namun, kelompok usaha mikro juga menjadi sektor yang paling rentan terhadap gejolak ekonomi. Untuk itu, APBN Tahun 2026 diarahkan mendukung berbagai agenda prioritas nasional, termasuk pemberdayaan koperasi dan UMKM, penguatan ketahanan pangan dan energi, serta berbagai program perlindungan sosial. Pemerintah juga terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha melalui Program Pembiayaan Ultra Mikro (UMi).
Hingga Juni 2026, pemerintah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp65 triliun kepada 14,9 juta pelaku usaha yang sebelumnya belum terjangkau layanan perbankan. Selain pembiayaan, pemerintah memberikan pendampingan melalui sertifikasi halal, pendaftaran merek, pelatihan, konsultasi usaha, hingga perluasan akses pemasaran.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pasar Rakyat UMi Tahun 2026 menghadirkan sekitar 200 pelaku UMKM binaan. Masyarakat tidak hanya dapat memperoleh berbagai produk unggulan UMKM, tetapi juga menikmati layanan publik, paket sembako murah, layanan perpajakan, Samsat, serta berbagai kegiatan edukatif dan hiburan yang diselenggarakan di kawasan Alun-Alun Selatan Yogyakarta.
Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga menyerahkan secara simbolis Program Bekalista kepada para penerima manfaat. Sebanyak 80 pengayuh becak menjadi penerima manfaat program ini, dengan 15 orang hadir mewakili pada acara penyerahan. Untuk mendukung keberlanjutan program, telah disiapkan ekosistem yang meliputi 12 stasiun pengisian daya, satu bengkel bergerak, delapan baterai cadangan, serta bengkel induk di SMK Negeri 3 Yogyakarta. Seluruh proses pembangunan melibatkan tenaga kerja lokal Yogyakarta mulai dari proses perakitan hingga pengembangan sistem kelistrikan.
Menteri Keuangan menekankan bahwa keberhasilan program tidak berhenti pada penyerahan bantuan. Keberlanjutan Bekalista harus didukung melalui tata kelola koperasi yang baik, kemandirian pemeliharaan oleh mekanik lokal, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas layanan dan pemasaran kepada wisatawan.
Menurut Menteri Keuangan, Yogyakarta memiliki modal kuat untuk menjadi contoh pembangunan ekonomi yang mampu memadukan budaya, kreativitas, teknologi, dan semangat gotong royong. Sinergi tersebut diyakini mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menutup sambutannya, Menteri Keuangan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga kualitas produk UMKM, memperkuat kolaborasi, serta memanfaatkan teknologi tanpa meninggalkan identitas lokal. Ia menegaskan bahwa penguatan ekonomi rakyat merupakan fondasi penting bagi ketahanan ekonomi nasional. “Penguatan ekonomi rakyat adalah fondasi penting bagi ketahanan ekonomi nasional,” tutup Menteri Keuangan.


















