PLN Keluarga Skema Untuk hindarkan Pelanggan Mengalami Lonjakan Tagihan pada Juni

  • Whatsapp
Ilustrasi Petugas PLN
Ilustrasi Petugas PLN

Headline.co.id (Jakarta) ~ Untuk menghindari tagihan listrik melonjak pada bulan Juni, PLM merilis skema perhitungan tagihan untuk pelanggan rumah tangga.

Dengan skema tersebut, pelanggan yang mengalami tagihan pada bulan Juni melonjak lebih dari 20 persen daripada bulan Mei akibat penagihan menggunakan rata-rata tiga bulan terakhir, maka kenaikannya akan dibayar sebesar 40%, dan sisanya dibagi rata dalam tagihan 3 bulan ke depan.

baca juga: Herman HN: Dijadwalkan 9 Desember Anggaran Pilkada Bandarlampung Tak Ada Perubahan

Diharapkan, skema tersebut dapat mengurangi keterkejutan sebagian pelanggan yang tagihannya meningkat tajam.

“Dengan skema perlindungan terhadap lonjakan tersebut, PLN harus melakukan pemeriksaan data setiap pelanggan satu per satu, untuk memastikan supaya kebijakan tersebut tepat sasaran pada pelanggan yang mengalami lonjakan tidak normal,” papar Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero) Bob Saril di Jakarta, Kamis (4/6/2020).

“Oleh karena itu, tagihan pelanggan yang biasanya sudah bisa dilihat pada tanggal 2 atau 3 pada tiap awal bulan, baru bisa diterbitkan dan bisa diakses pada tanggal 6 Juni,” sambungnya.

Dalam bulan dua terakhir, sebagian pelanggan PLN yang jumlah totalnya sekitar 75 juta, rekening bulanannya dihitung dari rata-rata 3 bulan terakhir pemakaian, akibat pemberlakuan PSBB di beberapa wilayah sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

baca juga: Kemenkes dan PT Reckitt Benckiser Indonesia Lakukan Kerja Sama Tanggulangi Covid-19

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *