Kapolda Jateng: pendirian ‘Kampung Siaga Covid-19’, Warga Jadi Polisi Bagi Diri Sendiri

  • Whatsapp
Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi saat berkunjung ke Kampung Siaga Covid-19
Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi saat berkunjung ke Kampung Siaga Covid-19. (humas Polda Jateng)

“Minggu ini akan menambah jumlah ‘Kampung Siaga Covid-19’ ini sebanyak 870. Sehingga, diharapakan dengan cepat akan memutus mata rantai penyebaran virus corona,” ucapnya.

baca juga: Update Covid-19 3 Juni di Indonesia: Penambahan Kasus Positif Corona Terbanyak Hari ini di Jawa Timur

Read More

Selama dibentuknya Kampung Siaga Covid-19 ini, terjadinya penurunan angka kejahatan pada Mei 2020. Karena, angka kejahatan pada bulan tesebut hanya 286 kasus saja.

“Untuk kejahatan seperti Curat, Curas, Curanmor, Anirat, Pembakaran, Uang Palsu, Pembunuhan, Perkosaan, Narkoba, Penipuan dan Perjudian itu dari bulan April sampai Mei terus ada penurunan,” jelasnya.

“Bulan Maret itu ada sebanyak 813 kasus, sedangkan bulan April itu ada 660 kasus dan Mei itu ada 286 kasus. Jumlah itu baik kasus yang masih dalam proses penyelidikan maupun yang selesai,” sambungnya.

baca juga: Hadapi Era New Normal, Pertamina Siapkan SOP Baru di SPBU

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang mendampingi Lutfi dalam memantau Kampung Siaga Covid-19 ini mendukung penuh program yang dibuat Polda Jawa Tengah dalam mencegah penyebaran virus yang berasal dari Wuhan.

“Mendukung penuh pendirian kampung-kampung siaga tersebut sebagai wujud keseriusan kita mengahadapi penyebaran Covid. Di Kota Semarang didirikan 28 Kampung Siaga Covid-19, ini membuktikan kedisiplinan dari masyarakat menjadi kunci dalam menuntaskan pandemi Covid-19,” ujar Hendrar.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *