Patut Bangga! Kerja Kolaborasi Tim Pakar Multipihak Hasilkan Baju APD Standar WHO Buatan Indonesia

  • Whatsapp
Indonesia Berhasil Produksi APD dengan standar WHO
Indonesia Berhasil Produksi APD dengan standar WHO. (ist)

Headline.co.id (Jakarta)Indonesia patut bangga karena pengajuan produk baju alat pelindung diri keseluruhan (APD Coverall) dalam negeri berhasil mendapatkan sertifikasi yang diakui WHO. Baju APD keseluruhan tersebut sangat penting untuk menjamin keamanan tenaga medis saat menangani COVID-19.

Kerja keras Gugus Tugas Nasional melalui tim pakar dan multipihak telah menghasilkan baju APD keseluruhan secara mandiri sebagai produk lokal berkualitas.

baca juga: Update Covid-19 Indonesia 1 Juni 2020, Ini 15 Provinsi Nihil Penambahan Kasus

Baju APD keseluruhan tersebut dibuat dari bahan yang diperoleh dari dalam negeri. Tak hanya itu, baju APD ini juga dibuat sendiri oleh bangsa Indonesia.

Dengan kemampuan dan kekuatan bangsa sendiri, Indonesia akhirnya dapat memproduksi baju APD berkualitas internasional sesuai rekomendasi Badan PBB untuk Kesehatan Dunia (WHO).

baca juga: Jelang New Normal! Bupati Purwakarta Pastikan Pertokoan dan Pusat Perbelanjaan Jalankan Protokol Kesehatan

Untuk memperoleh sertifikasi tersebut, Gugus Tugas Nasional melalui tim pakar bekerja sama dengan sejumlah asosiasi pembuat dan pendukung produksi tekstil dan garmen, yaitu Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) dan Indonesia  Non-Woven Association (INWA) serta dukungan sekitar 30 lebih perusahaan.

“Saya bangga dan senang karena Indonesia dapat memproduksi sendiri kebutuhan alat kesehatan sebagai Industrialisasi kesehatan di masa depan. Indonesia mempunyai bahan baku yang dibutuhkan untuk industri kesehatan. Selama ini bahan baku yang selalu impor dapat diatasi dengan memanfaatkan bahan baku lokal,” ujar Ketua Gugus Tugas Nasional Doni Monardo melalui pesan digital pada Minggu (31/5).

baca juga: Pelaksanaan New Normal Dilakukan Bertahap, ini penjelasannya?

Sebagai informasi bahwa akrilik dan karet juga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan alat kesehatan lainnya seperti face shield, incubator atau chamber bagi penderita infeksi virus.

Terkait dengan kolaborasi multipihak, Doni mengatakan, “Di sinilah pentingnya kolaborasi pentaheliks dari dunia penelitian, para pakar bidang kesehatan serta lembaga usaha dalam melaksanakan produksi dan industrialisasi di bidang medis.”

baca juga: PT KAI Perpanjang Operasional Kereta Luar Biasa Hingga 7 Juni 2020

Tercatat tiga produk baju APD berbahan baku dalam negeri dan dibuat dalam negeri sudah mencapai standar internasional, yaitu baju APD dari PT Sritex, PT SUM dan Leading Garmen serta PT APF dan Busana Apparel, yang semuanya telah lolos uji standar ISO 16604 Class 2 bahkan lebih tinggi.

Di samping itu, lulusnya pengajuan produk dalam negeri tersebut tidak terlepas dari peran besar Kementerian Luar Negeri dan dan Konsulat Jenderal yang mengawal proses pengujian di luar negeri hingga diterbitkannya hasil uji ISO 16604 tersebut.

baca juga: Unik! Peringati Hari Lahir Pancasila, Polres Gowa Lakukan Upacara Online

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *