Headline.co.id, Kendal ~ Indonesia memperkuat promosi kawasan industri sebagai destinasi investasi global dalam ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia. Pada acara tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menawarkan 180 kawasan industri kepada pemerintah dan pelaku usaha Rusia. Tawaran ini bertujuan untuk mengembangkan klaster industri internasional yang saling menguntungkan. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan pentingnya kawasan industri dalam mempercepat transformasi industri nasional dan meningkatkan daya saing manufaktur.
Sepanjang 2025, kawasan industri di Indonesia berhasil menarik investasi sebesar Rp6.744,58 triliun, meningkat 9,26 persen dari tahun sebelumnya, serta menyerap 2,35 juta tenaga kerja. Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Tri Supondy, menekankan pentingnya harmonisasi regulasi untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif Indonesia dan Rusia.
Strategi Pengembangan Kawasan Industri
Indonesia mengembangkan kawasan industri melalui empat pendekatan utama: kawasan berteknologi tinggi, kawasan berbasis hilirisasi sumber daya alam, kawasan hemat air di luar Pulau Jawa, dan kawasan padat karya di Pulau Jawa. Pemerintah juga menawarkan berbagai insentif fiskal dan nonfiskal untuk menarik investasi, termasuk kemudahan perizinan, status kawasan industri sebagai Objek Vital Nasional, dan insentif perpajakan.
Keberhasilan Kendal SEZ
Kendal Special Economic Zone (Kendal SEZ) menjadi contoh keberhasilan pengembangan kawasan industri di Indonesia. Hingga 2025, Kendal SEZ mencatatkan investasi kumulatif sebesar Rp187,05 triliun dan menyerap lebih dari 76 ribu tenaga kerja. Kawasan ini menampung 142 badan usaha dari berbagai negara, dengan sektor fesyen, otomotif, energi terbarukan, dan elektronika sebagai sektor dominan.
Kolaborasi Internasional
Dialog mengenai harmonisasi regulasi di INNOPROM 2026 melengkapi penandatanganan Nota Kesepahaman Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) dan Association of Clusters, Technology Parks and SEZs of Russia. Kesepahaman ini bertujuan memperkuat kemitraan dalam pengembangan kawasan industri dan pembentukan klaster industri internasional yang berdaya saing.
Dengan langkah ini, Indonesia berharap dapat menarik lebih banyak investasi dari Rusia dan negara lainnya, serta memperkuat posisi sebagai pusat industri di kawasan Asia Tenggara.















