Headline.co.id, Jakarta ~ 9 Juli 2026 – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan Indonesia dapat memproduksi 15 antigen vaksin secara mandiri sebelum tahun 2029. Saat ini, dari 15 antigen yang digunakan dalam pembuatan vaksin, hanya empat yang sudah bisa diproduksi secara mandiri di dalam negeri. Menkes Budi menyatakan bahwa riset dan pengembangan untuk 11 antigen lainnya sedang diupayakan agar dapat diproduksi sepenuhnya di Indonesia.
Selama ini, proses pembuatan 11 vaksin tersebut hanya sebatas merangkai komponen seperti merakit mobil atau mesin. “Kami belum memiliki teknologi viral factor seperti AstraZeneca dan mRNA,” ujar Budi. Oleh karena itu, dua fokus utama adalah melakukan riset dan pengembangan agar vaksin-vaksin tersebut bisa 100 persen dibuat di Indonesia, serta meningkatkan kapasitas domestik dalam pengembangan vaksin dari antigen menggunakan teknologi tersebut.
Kolaborasi dengan Berbagai Pihak
Budi menargetkan kemandirian vaksin ini dapat tercapai sebelum masa jabatan Presiden Prabowo Subianto berakhir. Untuk mewujudkan hal ini, Kementerian Kesehatan akan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta industri seperti Bio Farma. “Kami juga akan menggandeng mitra-mitra untuk mendorong transfer teknologi,” tambahnya.
Pentingnya Implementasi Riset
Menkes Budi menekankan pentingnya implementasi riset agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menilai bahwa jurnal dan riset akan lebih berarti jika dapat diimplementasikan sebagai produk yang menyelamatkan nyawa, bukan hanya sekadar tulisan di atas kertas. “Ini adalah kebanggaan bagi para ilmuwan,” tuturnya.
Dengan langkah ini, diharapkan Indonesia dapat mencapai kemandirian dalam produksi vaksin, yang tidak hanya meningkatkan kapasitas nasional tetapi juga memperkuat ketahanan kesehatan negara.














