Headline.co.id, Jakarta ~ Sebanyak 19 perusahaan dan lembaga dari sektor Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Indonesia berpartisipasi dalam pameran INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia, pada 6–9 Juli 2026. Keikutsertaan ini bertujuan untuk memperluas akses pasar, kolaborasi produksi, dan transfer teknologi dengan negara-negara Eurasia, termasuk Rusia.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan bahwa partisipasi sektor ILMATE di INNOPROM 2026 menunjukkan perkembangan kapasitas manufaktur Indonesia yang semakin kompetitif di tingkat global. “Kami ingin memperlihatkan kepada mitra internasional bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga mitra industri yang mampu menghadirkan inovasi, teknologi, dan produk manufaktur bernilai tambah tinggi,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Inovasi dan Teknologi Unggulan
Dalam pameran industri terbesar di kawasan Eurasia ini, perusahaan-perusahaan Indonesia menampilkan berbagai inovasi dan teknologi unggulan, termasuk kecerdasan buatan (AI), Virtual Reality (VR), RFID, industri perkapalan, energi surya, logam besi dan baja, serta permesinan industri. Partisipasi ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi teknologi dan investasi dengan mitra industri di kawasan Eurasia.
Kinerja Positif Sektor ILMATE
Sektor ILMATE mencatat pertumbuhan sebesar 4,28 persen pada triwulan I tahun 2026, berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Realisasi investasi di sektor ini mencapai Rp90,48 triliun pada periode yang sama. Direktur Jenderal ILMATE Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, menilai kehadiran Indonesia di INNOPROM 2026 membuktikan kemampuan industri nasional dalam menghasilkan produk manufaktur berteknologi tinggi yang kompetitif di pasar internasional.
Kolaborasi Strategis dengan Eurasia
Hubungan industri Indonesia dengan kawasan Eurasia terus berkembang melalui berbagai kerja sama strategis. Salah satu contohnya adalah penandatanganan Non Disclosure Agreement (NDA) PT PAL Indonesia dan Rosatom pada April 2026, yang menunjukkan keterlibatan industri maritim dan rekayasa Indonesia dalam pengembangan teknologi berkelas dunia.
Melalui partisipasi di INNOPROM 2026, Kementerian Perindustrian berharap semakin banyak kemitraan industri yang berkembang menjadi kerja sama investasi, transfer teknologi, dan pengembangan rantai pasok. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat daya saing manufaktur nasional, tetapi juga membuka akses pasar baru bagi produk industri Indonesia di kawasan Eurasia dan pasar global.


















