Headline.co.id, Depok ~ Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menekankan pentingnya pembinaan atlet judo melalui program pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Tahun 2026 di Aula Prakasa Mako Divisi Infanteri 1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Senin (29/6/2026). Erick menyoroti bahwa pembinaan berkelanjutan diperlukan untuk mencapai prestasi konsisten di tingkat internasional.
Dalam sambutannya, Erick Thohir mengapresiasi kontribusi cabang olahraga judo terhadap prestasi Indonesia di SEA Games 2025 di Thailand. Atlet judo berhasil menyumbangkan empat medali emas, dua perak, dan satu perunggu, yang membantu Indonesia menempati peringkat kedua klasemen akhir. “Keberhasilan ini harus menjadi motivasi untuk meningkatkan prestasi di SEA Games 2027 di Malaysia,” ujar Menpora.
Strategi Pembinaan Jangka Panjang
Menpora menegaskan bahwa pembinaan atlet berprestasi membutuhkan waktu dan perencanaan yang matang. Erick mengapresiasi langkah PJSI yang telah menyusun strategi pembinaan jangka pendek, menengah, dan panjang. “Seorang atlet membutuhkan waktu sekitar lima hingga enam tahun untuk mencapai prestasi puncak di level internasional,” jelasnya. Oleh karena itu, Presiden Prabowo Subianto mendukung skema pendanaan multiyears bagi pelatnas yang diusulkan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Perencanaan dan Konsolidasi Program
Erick berharap Rakernas PJSI tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menghasilkan konsolidasi program pembinaan yang komprehensif. Ini termasuk penyusunan roadmap pengembangan atlet menuju berbagai ajang internasional. Menurutnya, sistem pembinaan berkelanjutan adalah prasyarat utama untuk menghasilkan atlet berkelas dunia.
Rakernas PJSI Tahun 2026 dihadiri oleh 19 Pengurus Provinsi beserta jajaran pengurus pusat dan dibuka oleh Wakil Ketua Umum PB PJSI, MB Hutagalung, yang mewakili Ketua Umum PJSI Maruli Simanjuntak. Penguatan pembinaan olahraga melalui pelatnas jangka panjang ini sejalan dengan implementasi Asta Cita, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing serta penguatan prestasi olahraga nasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kehormatan bangsa di tingkat internasional.





















