Headline.co.id, Jakarta ~ Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi mengumumkan hasil Olimpiade Sains Nasional Indonesia tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) 2026 untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Jumat (26/6/2026). Pengumuman ini menjadi momen yang dinantikan ribuan peserta dari seluruh Indonesia untuk mengetahui apakah mereka berhasil melangkah ke tingkat provinsi. Peserta yang dinyatakan lolos akan melanjutkan kompetisi pada Olimpiade Sains Nasional tingkat Provinsi (OSN-P) sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.
Pengumuman hasil Olimpiade Sains Nasional Indonesia dapat diakses secara daring melalui laman resmi Puspresnas. Selain melihat status kelulusan, peserta maupun satuan pendidikan juga dapat mengunduh daftar nama siswa yang berhasil melaju ke babak berikutnya.
Sebelumnya, seleksi OSN-K jenjang SD telah dilaksanakan pada 8 Juni 2026, sedangkan seleksi jenjang SMP berlangsung pada 11 Juni 2026. Setelah pengumuman ini, peserta yang lolos akan menjalani uji coba sistem sebelum mengikuti seleksi tingkat provinsi pada awal Juli 2026.
Peserta Lolos Berhak Melanjutkan ke OSN Tingkat Provinsi
Puspresnas menetapkan bahwa peserta terbaik hasil seleksi tingkat kabupaten/kota berhak mengikuti Olimpiade Sains Nasional tingkat Provinsi.
“Peserta yang lolos ke OSN-P adalah peserta dengan skor tertinggi yang menduduki peringkat satu sampai lima di setiap Kabupaten/Kota dengan satu sekolah maksimum dua peserta,” demikian bunyi panduan resmi pelaksanaan OSN 2026.
Sebelum seleksi utama berlangsung, seluruh peserta akan mengikuti uji coba sistem pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026. Tahapan tersebut disiapkan untuk memastikan seluruh proses kompetisi berjalan lancar tanpa kendala teknis.
Begini Mekanisme Penentuan Kelulusan Peserta
Pada cabang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) jenjang SMP, penilaian dilakukan menggunakan sistem digital yang dikembangkan panitia pusat.
Peserta mengerjakan 40 soal pilihan ganda dengan empat pilihan jawaban. Setiap jawaban benar memperoleh nilai empat, sedangkan jawaban salah maupun tidak dijawab bernilai nol, sehingga skor maksimal mencapai 160 poin.
Apabila terdapat peserta dengan nilai akhir yang sama, penentuan peringkat dilakukan secara berjenjang. Panitia terlebih dahulu melihat jumlah jawaban kosong paling sedikit. Jika masih sama, penentuan dilanjutkan berdasarkan tingkat kelas yang lebih rendah, kemudian usia peserta yang lebih muda.
Panduan resmi juga menyebutkan bahwa berita acara penilaian ditandatangani oleh tim juri dan keputusan yang dihasilkan bersifat final.
“Keputusan juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat,” demikian ketentuan dalam panduan pelaksanaan OSN 2026.
Jadwal Lengkap Tahapan OSN 2026
Peserta yang dinyatakan lolos masih harus melewati sejumlah tahapan sebelum mencapai babak nasional.
Untuk jenjang SD, seleksi tingkat provinsi akan dilaksanakan pada 6 Juli 2026, sedangkan jenjang SMP berlangsung pada 9 Juli 2026. Hasil OSN-P dijadwalkan diumumkan pada 20 Juli 2026.
Selanjutnya, peserta yang berhasil lolos akan mengikuti uji coba semifinal pada 6–7 Agustus 2026, semifinal pada 13 Agustus 2026, pengumuman finalis nasional pada 16 Agustus 2026, hingga seleksi tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 25–31 Agustus 2026.
Puspresnas Catat Kenaikan Jumlah Peserta
Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional Indonesia tahun 2026 juga mencatat peningkatan jumlah peserta dibandingkan tahun sebelumnya.
Puspresnas mencatat lebih dari 716 ribu siswa jenjang SD dan SMP mengikuti OSN-K tahun ini. Sebanyak 418.918 peserta berasal dari jenjang SD atau meningkat sekitar 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan sekitar 297.955 peserta berasal dari jenjang SMP dengan peningkatan sekitar 15 persen.
Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Hardjiono, mengatakan peningkatan partisipasi menunjukkan semakin besarnya minat siswa terhadap bidang sains.
“Peningkatan partisipasi ini menunjukkan semakin tumbuhnya semangat belajar dan kecintaan murid terhadap sains. Kami berharap OSN-K menjadi sarana untuk mengembangkan potensi terbaik peserta didik sekaligus membangun karakter yang jujur, disiplin, dan tangguh,” kata Irene.
Ia menegaskan penyelenggaraan kompetisi tahun ini dilakukan dengan sistem pengawasan berlapis agar seluruh proses seleksi berlangsung secara objektif dan berintegritas.
“Melalui penyelenggaraan yang inklusif dan berintegritas, Kemendikdasmen terus berkomitmen menghadirkan ekosistem prestasi yang adil dan berkelanjutan, sekaligus membuka ruang seluas-luasnya bagi lahirnya generasi unggul Indonesia di bidang riset dan inovasi,” ujar Irene.
Puspresnas mengimbau seluruh peserta yang lolos untuk segera mempersiapkan diri menghadapi seleksi tingkat provinsi dan terus memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar tidak tertinggal jadwal maupun pengumuman lanjutan sepanjang rangkaian Olimpiade Sains Nasional Indonesia 2026.






















