Headline.co.id, Pekanbaru ~ Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau mengungkapkan fenomena ketimpangan dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027. Data menunjukkan bahwa sebaran peminat antar sekolah dan wilayah masih belum merata. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, menyatakan bahwa Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan jumlah peminat tertinggi dalam pelaksanaan SPMB tahun ini. Dari kuota 11.611 kursi yang tersedia, tercatat 13.872 akun telah diaktivasi dan 13.340 calon murid telah memilih sekolah.
Sementara itu, Kabupaten Kampar memiliki daya tampung terbesar dengan 13.170 kursi, namun jumlah pendaftar aktif baru mencapai 9.642 peserta. Kabupaten Bengkalis memiliki kuota 11.884 kursi dengan 8.675 pendaftar aktif, sedangkan Kabupaten Rokan Hulu mencatat 6.687 pendaftar dari total kuota 10.337 kursi. Kabupaten Siak mencatat 6.105 pendaftar dari kuota 9.191 kursi, Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 6.943 pendaftar dari kuota 8.355 kursi, serta Kabupaten Indragiri Hilir dengan 5.396 pendaftar dari kuota 7.730 kursi.
Ketimpangan Peminat di Berbagai Wilayah
Kabupaten Pelalawan memiliki 5.018 pendaftar dari kuota 6.891 kursi. Adapun Kabupaten Indragiri Hulu mencatat 6.368 pendaftar dari kuota 6.982 kursi dan Kabupaten Kuantan Singingi sebanyak 4.717 pendaftar dari kuota 6.861 kursi. Di wilayah lain, Kabupaten Kepulauan Meranti mencatat 1.679 pendaftar dari kuota 2.547 kursi. Kota Dumai menjadi salah satu daerah dengan tingkat persaingan tertinggi karena jumlah pendaftar mencapai 4.569 orang, melampaui kuota yang tersedia sebanyak 4.037 kursi.
Tantangan Distribusi Calon Murid
Menurut Erisman, secara umum tingkat persaingan paling ketat terjadi di Kota Pekanbaru dan Kota Dumai karena jumlah pendaftar melebihi kapasitas daya tampung sekolah yang tersedia. “Kondisi ini berpotensi mengakibatkan masih adanya satuan pendidikan SMA dan SMK Negeri, termasuk di Kota Pekanbaru, yang belum memenuhi seluruh kuota daya tampungnya setelah proses daftar ulang selesai,” katanya.
Disdik Riau berharap calon murid dan orang tua dapat mempertimbangkan berbagai pilihan sekolah yang tersedia agar distribusi peserta didik lebih seimbang serta seluruh daya tampung pendidikan menengah dapat dimanfaatkan secara optimal.





















