Headline.co.id, Langgur ~ Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menekankan pentingnya efisiensi, kreativitas, dan kemandirian daerah dalam mendukung program pembangunan, terutama di sektor kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat. Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan inovasi dan pemanfaatan sumber daya yang ada secara optimal, berbagai program strategis tetap dapat dijalankan secara efektif.
“Uang negara adalah milik kita bersama. Kita bisa melaksanakan kegiatan seperti ini, itu sesuatu yang luar biasa. Mungkin di Jakarta hal-hal yang indah seperti ini sudah biasa, tetapi di Maluku Tenggara kreativitas seperti ini patut dibanggakan. Saya berharap Diskominfo dan media dapat menyampaikan kepada Jakarta bahwa meskipun memiliki berbagai keterbatasan, Maluku Tenggara tetap mampu berkreasi dan menghasilkan yang terbaik,” ujar Bupati saat memberikan sambutan pada kegiatan pembekalan kader Posyandu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal di Ohoimel Resort, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, pada Rabu (17/6/2026).
Bupati menilai kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Maluku Tenggara merupakan modal besar dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Berbagai komoditas lokal seperti ikan, umbi-umbian, dan sayuran dinilai memiliki kandungan gizi tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk mempercepat penurunan angka stunting. Ia mengajak kader kesehatan dan masyarakat untuk lebih mengoptimalkan pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi keluarga.
“Dari kita, diolah oleh kita, dan untuk kita. Ikan cakalang, umbi-umbian, serta berbagai sayuran lokal merupakan kearifan lokal yang harus terus dikembangkan. Ini bukan hanya budaya, tetapi juga kekuatan nyata dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak Maluku Tenggara,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengungkapkan bahwa angka prevalensi stunting di Kabupaten Maluku Tenggara terus menunjukkan tren penurunan. Jika pada 2018 masih berada di kisaran 32 persen, kini berhasil ditekan menjadi 10,31 persen. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya mempercepat penanganan terhadap anak-anak yang masih mengalami stunting agar target penurunan prevalensi dapat tercapai secara maksimal.
“Stunting bukan sekadar persoalan tubuh pendek, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan kecerdasan anak. Karena itu saya meminta Kepala Dinas Kesehatan bersama seluruh camat melakukan pendataan secara akurat terhadap 679 anak stunting yang masih ada, lengkap dengan nama dan alamatnya. Harus diketahui desa mana, kampung mana, rumah mana, dan keluarga mana sehingga penanganannya dapat dilakukan secara tepat,” tegasnya.
Sebagai bagian dari penguatan intervensi gizi, Bupati juga mendorong pengaktifan kembali Dewan Kesejahteraan Masyarakat (Daskrim) bersama kader kesehatan di tingkat desa. Menurutnya, lembaga tersebut pernah berperan penting dalam membantu pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat melalui program pemberian makanan bergizi.
“Program-program seperti ini perlu kita hidupkan kembali untuk menjawab berbagai persoalan pangan dan gizi masyarakat,” ujarnya.
Bupati menjelaskan, pelaksanaan pembekalan yang melibatkan empat puskesmas dalam satu lokasi merupakan implementasi kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Kegiatan yang didukung melalui anggaran Bantuan Operasional Puskesmas (BOP) Tahun 2026 itu diharapkan menjadi model pelaksanaan kegiatan yang efektif, efisien, dan berkualitas bagi puskesmas lainnya.
“Kalau kegiatan digabung seperti ini, hasilnya lebih baik dan tampilannya juga luar biasa. Puskesmas lain dapat menjadikan pola ini sebagai contoh,” katanya.
Pada akhir sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan dan kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, terutama para kader perempuan yang aktif mendampingi masyarakat di tingkat desa. “Untuk kerja sama dan pengabdian Bapak-Ibu sekalian, khususnya ibu-ibu kader di Puskesmas, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya. Saya yakin setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan menjadi amal dan keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya.



















