Headline.co.id, Pangkep ~ Wakil Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Abdul Rahman Assegaf, menekankan pentingnya literasi keuangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengelola keuangan secara bijak dan menghindari risiko keuangan. Ia menegaskan bahwa ASN tidak hanya harus mampu mengatur keuangan pribadi, tetapi juga berperan sebagai agen edukasi yang menyebarluaskan informasi mengenai produk dan layanan keuangan yang legal kepada masyarakat.
“Saya mengajak seluruh ASN untuk menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami literasi keuangan dan terhindar dari segala bentuk kejahatan keuangan,” ujar Wabup saat mengikuti Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan Pemkab Pangkep di Ruang Pola Kantor Bupati Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Rabu (17/6/2026).
Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Pangkep, Aswin Sommeng, menjelaskan bahwa GENCARKAN merupakan program nasional yang sebelumnya telah dilaksanakan di 10 kecamatan di Kabupaten Pangkep. Pada pelaksanaan kali ini, sasaran kegiatan difokuskan kepada ASN di lingkungan Pemkab Pangkep. Ia berharap para ASN dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyebarluaskan edukasi keuangan kepada keluarga maupun masyarakat, terutama terkait bahaya pinjaman online ilegal dan investasi bodong.
Menurut Aswin, kehadiran OJK dan Bank Indonesia dalam kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai produk jasa keuangan dan investasi yang legal serta berada di bawah pengawasan otoritas yang berwenang. “Diharapkan dengan hadirnya OJK dan BI dapat memberikan pemahaman kepada peserta mengenai investasi yang berada dalam pengawasan OJK dan mana yang tidak terdaftar. Ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap investasi ilegal,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pemkab Pangkep selama ini telah menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga jasa keuangan, khususnya sektor perbankan, untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Ke depan, kolaborasi tersebut akan diperluas hingga mencakup lembaga jasa keuangan nonbank.
Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Arif Machfoed, menegaskan bahwa edukasi literasi keuangan bagi ASN menjadi langkah penting dalam meningkatkan kemampuan mengelola keuangan sekaligus melindungi diri dari berbagai modus penipuan keuangan. “Melalui edukasi ini, kami ingin ASN semakin memahami pengelolaan keuangan yang baik sehingga terhindar dari berbagai persoalan keuangan dan tidak mudah tergiur tawaran investasi ilegal,” katanya.
Arif mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap berbagai tawaran yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat, termasuk investasi ilegal, perdagangan saham tanpa izin, maupun program umrah murah yang tidak masuk akal. “Sebelum berinvestasi, pastikan pihak yang menawarkan maupun produknya memiliki izin dari otoritas yang berwenang. Jangan mudah tergiur iming-iming keuntungan besar. Selalu gunakan prinsip Dua L, yakni Legal dan Logis,” tegasnya.





















