Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Pembahasan RUU Pemilu Dinilai Perlu Dibarengi Revisi UU Partai Politik

Ari Wibowo muhammad by Ari Wibowo muhammad
3 hours ago
in Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
414 8
A A
0
Pembahasan RUU Pemilu Dinilai Perlu Dibarengi Revisi UU Partai Politik
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jogja ~ Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu oleh Komisi II DPR saat ini dianggap tidak akan efektif dalam menciptakan pemilu yang demokratis jika tidak disertai dengan revisi Undang-Undang Partai Politik. Para pakar kepemiluan menilai bahwa penguatan internal partai politik sangat diperlukan karena partai politik merupakan pilar utama demokrasi dan representasi politik.

Alfath Bagus Panuntun El Nur Indonesia, S.I.P., M.A., dosen Departemen Politik Pemerintahan UGM, menjelaskan bahwa revisi UU tersebut memang mendesak, namun perlu diingat bahwa masalah pemilu di Indonesia bukan hanya soal teknis pencoblosan atau pilihan sistem terbuka dan tertutup. Pada pemilu 2024, terdapat banyak persoalan mendasar seperti independensi penyelenggara pemilu yang dipertanyakan, kesiapan teknologi yang belum optimal, melemahnya kolaborasi dengan masyarakat sipil, serta persepsi publik mengenai kuatnya pengaruh kekuasaan eksekutif terhadap proses pemilu. Oleh karena itu, menurut Alfath, revisi UU Pemilu seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki ekosistem dan membangun kembali integritas pemilu. “Fokusnya bukan hanya menghasilkan aturan baru, tetapi memastikan kepercayaan publik terhadap demokrasi elektoral bisa dipulihkan,” jelasnya, Senin (15/6).

You might also like

Tim UGM Menyimpulkan Titik Api di Seyegan Disebabkan Residu Kebakaran

Tim UGM Menyimpulkan Titik Api di Seyegan Disebabkan Residu Kebakaran

15 June 2026
Ilustrasi pelaksanaan PPDB Jakarta 2026 melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) DKI Jakarta Tahun Ajaran 2026/2027. Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyiapkan 245.980 kursi bagi murid baru di sekolah negeri, SPMB Bersama, dan program Sekolah Swasta Gratis. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring dan tidak dipungut biaya. (Ilustrasi: Headline.co.id)

PPDB Jakarta 2026 Dibuka, Disdik DKI Siapkan 245.980 Kursi dan Pastikan SPMB Gratis Tanpa Pungutan

15 June 2026

Alfath menambahkan bahwa meskipun revisi UU Partai Politik penting, hal tersebut bukan satu-satunya solusi. Untuk menciptakan pemilu yang demokratis, perlu didukung oleh ekosistem penyelenggaraan pemilu yang sehat. Evaluasi pasca Pemilu 2024 menunjukkan adanya masalah dalam proses seleksi penyelenggara pemilu yang belum cukup menghadirkan sosok yang kredibel dan profesional. Persoalan teknologi seperti SIREKAP yang sering menimbulkan kontroversi juga menjadi contoh masalah. Selain itu, kemitraan penyelenggara dengan masyarakat sipil dinilai lemah. Bahkan, dalam Pemilu 2024 lalu, terdapat kekhawatiran mengenai dominasi pengaruh kekuasaan presidensial dalam berbagai fase pemilu. “Jadi, kalau revisi hanya berhenti pada pembenahan partai politik, menurut saya kita hanya menyentuh satu bagian kecil dari persoalan,” tegasnya.

Menurut Alfath, reformasi ekosistem kepemiluan secara menyeluruh sangat dibutuhkan saat ini. “Bagi saya, sistem proporsional terbuka sebenarnya lahir dengan niat baik, yaitu memberikan hak kepada pemilih untuk menentukan siapa calon yang ingin mereka pilih secara langsung, bukan dikehendaki partai politik,” ungkapnya. Namun, sistem ini juga memunculkan sejumlah konsekuensi, seperti persaingan antar kandidat dalam partai yang sama dan tingginya biaya politik. Kandidat didorong untuk membangun basis dukungan personal dengan sumber daya yang besar, sehingga pemilu menjadi seperti pasar bebas di mana mereka yang memiliki modal ekonomi lebih kuat lebih diuntungkan. Politik uang menjadi sulit diberantas karena insentifnya tetap tinggi. Oleh karena itu, evaluasi terhadap sistem proporsional terbuka perlu dilakukan secara serius dan berbasis bukti, bukan sekadar berdasarkan preferensi ideologis tertentu. Namun, bagi Alfath, pertanyaannya bukan “terbuka atau tertutup”, melainkan sistem mana yang mampu mendekatkan wakil rakyat dengan pemilih, memperkuat pelembagaan partai, dan mengurangi praktik vote buying.

Alfath juga menjelaskan bahwa distribusi kursi DPR didasarkan pada jumlah penduduk, sehingga daerah dengan populasi besar memperoleh kursi lebih banyak dibanding daerah yang penduduknya sedikit. Namun, hal ini dapat menimbulkan masalah jika pembaruan alokasi kursi tidak dilakukan secara optimal mengikuti perubahan demografi. Akibatnya, nilai satu suara di suatu daerah bisa berbeda dengan daerah lain. Apakah satu daerah satu kursi lebih adil? Belum tentu. Jika semua daerah mendapat jumlah kursi yang sama tanpa memperhatikan jumlah penduduk, justru bisa muncul ketidakadilan baru, karena suara warga di daerah kecil menjadi lebih “berharga” dibandingkan daerah padat penduduk. Oleh karena itu, tantangan yang dihadapi adalah menemukan keseimbangan prinsip kesetaraan warga negara dengan kebutuhan menjaga keterwakilan wilayah.

Masyarakat harus memperhatikan district magnitude, yaitu jumlah kursi yang diperebutkan dalam satu daerah pemilihan. Meskipun hal ini terlihat teknis, tetapi sangat menentukan kualitas representasi. Jika jumlah kursinya terlalu sedikit, hubungan wakil rakyat dengan pemilih bisa lebih dekat, namun suara partai kecil dan kelompok minoritas, termasuk perempuan, lebih sulit terwakili. Sebaliknya, jika jumlah kursinya terlalu banyak, representasi menjadi lebih proporsional, tetapi persaingan antar caleg semakin ketat, biaya politik meningkat, dan hubungan wakil rakyat dengan konstituennya menjadi lebih longgar. Dengan demikian, Alfath menegaskan bahwa persoalannya bukan sekadar permasalahan pemerataan alokasi kursi. “Yang lebih penting dari hal ini adalah menemukan besaran dapil yang seimbang, yakni cukup proporsional untuk menjamin keterwakilan, tetapi tetap menjaga kedekatan dan akuntabilitas wakil rakyat kepada pemilihnya,” tegasnya.

Alfath menyebutkan lima agenda besar yang harus menjadi prioritas agar pemilu di Indonesia dapat berjalan secara ideal. Pertama, membenahi proses rekrutmen penyelenggara pemilu agar lebih profesional, transparan, dan tidak rentan terhadap kompromi politik. Bahkan, perlu dipertimbangkan desentralisasi seleksi penyelenggara di tingkat daerah agar beban tidak terlalu terpusat. Kedua, memperbaiki tata kelola teknologi pemilu. Teknologi harus diuji secara bertahap, diaudit secara berkala, dan dibangun di atas prinsip transparansi. Kasus SIREKAP menunjukkan bahwa inovasi tanpa kesiapan justru dapat menggerus kepercayaan publik. Ketiga, memperkuat masyarakat sipil. Demokrasi yang sehat membutuhkan organisasi masyarakat sipil yang kritis, independen, dan memiliki ruang untuk terlibat dalam pendidikan pemilih serta pengawasan pemilu. Keempat, memperkuat fairness dalam kompetisi politik. Hal ini bisa dilakukan melalui audit investigatif dana kampanye, pengaturan yang lebih ketat terhadap penggunaan sumber daya negara, serta mempertimbangkan moratorium bantuan sosial menjelang pemilu agar tidak menciptakan keuntungan elektoral bagi petahana.

Selain itu, Alfath menekankan pentingnya membatasi konsentrasi kekuasaan presidensial dalam proses pemilu. Ia menegaskan bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan wasit yang independen dan aturan main yang setara. Ketika kekuasaan negara terlalu dominan masuk ke arena kompetisi, maka integritas pemilu akan dipertanyakan. “Jadi, kalau ditanya apa kunci pemilu yang ideal, jawaban saya sederhana, bukan sekadar mengganti aturan. Menurut saya yang lebih penting adalah memastikan semua aktor, yakni partai politik, penyelenggara, pemerintah, masyarakat sipil, dan peserta pemilu bermain dalam arena yang sama, dengan aturan yang adil, transparan, dan mendapat legitimasi publik,” pungkasnya.

Tags: Berita JogjaHeadlineJogjaPembahasanRancangan
Ari Wibowo muhammad

Ari Wibowo muhammad

Related Stories

Tim UGM Menyimpulkan Titik Api di Seyegan Disebabkan Residu Kebakaran

Tim UGM Menyimpulkan Titik Api di Seyegan Disebabkan Residu Kebakaran

by Dwina
15 June 2026
0

Headline.co.id, Medan ~ Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menyelesaikan penyelidikan terkait kemunculan...

Ilustrasi pelaksanaan PPDB Jakarta 2026 melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) DKI Jakarta Tahun Ajaran 2026/2027. Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyiapkan 245.980 kursi bagi murid baru di sekolah negeri, SPMB Bersama, dan program Sekolah Swasta Gratis. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring dan tidak dipungut biaya. (Ilustrasi: Headline.co.id)

PPDB Jakarta 2026 Dibuka, Disdik DKI Siapkan 245.980 Kursi dan Pastikan SPMB Gratis Tanpa Pungutan

by Hendrawan
15 June 2026
0

Highlight Berita PPDB Jakarta 2026 : PPDB Jakarta 2026 resmi dibuka mulai 15 Juni 2026 melalui Sistem Penerimaan Murid Baru...

UGM Kolaborasi dengan Akademisi 3T untuk Tingkatkan Publikasi Inklusif

UGM Kolaborasi dengan Akademisi 3T untuk Tingkatkan Publikasi Inklusif

by Ari Wibowo muhammad
13 June 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Universitas Gadjah Mada (UGM) telah terpilih sebagai pusat program Cultivating the Humanities and Social Sciences and Supporting...

Reza, Cucu Tukang Parkir dari Sendowo, Raih Kesempatan Kuliah Gratis di UGM

Reza, Cucu Tukang Parkir dari Sendowo, Raih Kesempatan Kuliah Gratis di UGM

by wahyu
13 June 2026
0

Headline.co.id, Muhammad Novareza Sayyid Pratama ~ seorang remaja berusia 19 tahun dari Sendowo, Mlati, Sleman, berhasil diterima di Universitas Gadjah...

UGM Terima 4.480 Mahasiswa Baru Melalui Jalur UM UGM CBT

UGM Terima 4.480 Mahasiswa Baru Melalui Jalur UM UGM CBT

by Fajar
13 June 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menerima 4.480 calon mahasiswa baru melalui jalur Ujian Masuk Universitas Gadjah Mada...

Ribuan Calon Dokter Terancam Tak Dapat Gelar, UGM Minta Solusi Pemerintah

Ribuan Calon Dokter Terancam Tak Dapat Gelar, UGM Minta Solusi Pemerintah

by wahyu
12 June 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Ribuan calon dokter di Indonesia menghadapi ancaman gagal memperoleh gelar profesi meskipun telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan....

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Gubernur Sumbar Pastikan Bantuan Banjir Lebih Cepat Tersalurkan

Gubernur Sumbar Pastikan Bantuan Banjir Lebih Cepat Tersalurkan

5 December 2025
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangannya usai melepas bantuan kemanusiaan dari Indonesia untuk Palestina di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta

Pemerintah Indonesia Mengirimkan Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina: Tahap Pertama Sudah Berangkat

4 November 2023
Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi dan Sumber Daya Alam, Eny Supartini (baju hitam dengan rompi cokelat) menyerahkan bantuan berupa dana siap pakai kepada Pemerintah Kabupaten Kupang

Bencana Gempa NTT Membuat BNPB Serahkan Dana dan Bantuan Darurat ke Kabupaten Kupang

4 November 2023
Real Madrid Raih Kemenangan Tipis atas Sevilla 1-0

Real Madrid Raih Kemenangan Tipis atas Sevilla 1-0

19 May 2026
KemenPPPA Luncurkan Simfoni PPA Versi 3 untuk Tangani Kekerasan Perempuan dan Anak

KemenPPPA Luncurkan Simfoni PPA Versi 3 untuk Tangani Kekerasan Perempuan dan Anak

19 January 2026
BNPB: 1.189 Korban Jiwa Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera

BNPB: 1.189 Korban Jiwa Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera

14 January 2026
Ketersediaan Pangan di Pontianak Stabil Pasca Idulfitri

Ketersediaan Pangan di Pontianak Stabil Pasca Idulfitri

16 April 2026

Artikel Terbaru

Pembahasan RUU Pemilu Dinilai Perlu Dibarengi Revisi UU Partai Politik

Pembahasan RUU Pemilu Dinilai Perlu Dibarengi Revisi UU Partai Politik

15 June 2026
Tim UGM Menyimpulkan Titik Api di Seyegan Disebabkan Residu Kebakaran

Tim UGM Menyimpulkan Titik Api di Seyegan Disebabkan Residu Kebakaran

15 June 2026
Ribuan Pelari Ramaikan BTN Jakarta International Marathon 2026

Ribuan Pelari Ramaikan BTN Jakarta International Marathon 2026

15 June 2026
Menteri Agama Konsolidasikan Imam Masjid di Makassar untuk Moderasi dan Perdamaian

Menteri Agama Konsolidasikan Imam Masjid di Makassar untuk Moderasi dan Perdamaian

15 June 2026
Timnas Australia Taklukkan Turki 2-0 di Piala Dunia 2026

Timnas Australia Taklukkan Turki 2-0 di Piala Dunia 2026

15 June 2026
Jerman Menang Telak 7-1 atas Curacao di Piala Dunia 2026

Jerman Menang Telak 7-1 atas Curacao di Piala Dunia 2026

15 June 2026
New York Knicks Akhiri Penantian 53 Tahun dengan Juara NBA 2026

New York Knicks Akhiri Penantian 53 Tahun dengan Juara NBA 2026

15 June 2026

Popular Story

Pemain Timnas Swedia merayakan gol dalam laga Grup F Piala Dunia 2026 melawan Tunisia di Estadio BBVA, Monterrey, Senin (15/6/2026). Swedia tampil dominan dan menang telak 5-1, dengan Yasin Ayari mencetak dua gol untuk mengantar timnya memuncaki klasemen sementara Grup F. (Foto: Istimewa)
Sepak Bola

Hasil Swedia vs Tunisia 5-1 di Piala Dunia 2026: Yasin Ayari Cetak Brace dan Tolak Rayakan Gol ke Gawang Tanah Leluhur

by Hendrawan
15 June 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Yasin Ayari menjadi sorotan dalam laga Swedia vs Tunisia...

Read moreDetails

Pemuda Sleman Raih Stimulan untuk Pengolahan Limbah

Istana Tanggapi Serius Ancaman Reformasi Jilid II, Ini Pernyataan Lengkap Mensesneg

Pemerintah Susun Regulasi AI untuk Lindungi Masyarakat di Era Digital

Airlangga Hartarto Resmi Pimpin PB Wushu Indonesia, Fokus pada Prestasi Internasional

Pembukaan Fakultas Kedokteran Unima Tingkatkan Akses Pendidikan di Sulawesi

New York Knicks Bangkit Dramatis Kalahkan San Antonio Spurs di Final NBA

Satlantas Lampung Utara Kenalkan Aplikasi E-Signal untuk Pajak Kendaraan Digital

Kota Padang Terapkan Standar Kebersihan Baru di Ruang Publik

Tiyo Ardianto Temukan Dua Alat Pelacak di Mobil Usai Aksi Gejayan, Eks Ketua BEM UGM Soroti Dugaan Intimidasi

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.