Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita Nasional

Malam Satu Suro Adalah Apa? Ini Sejarah, Makna, Tradisi, dan Pandangan Ulama yang Perlu Dipahami

Hendrawan by Hendrawan
2 months ago
in Nasional
Reading Time: 11 mins read
398 30
A A
0
Apa itu Malam Satu Suro

Apa itu Malam Satu Suro

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jakarta ~ Malam satu suro adalah tradisi yang telah hidup turun-temurun di tengah masyarakat Jawa dan dipandang sebagai momen sakral untuk melakukan introspeksi, mendekatkan diri kepada Tuhan, serta memohon keselamatan. Tradisi ini diperingati setiap awal bulan Suro dalam kalender Jawa yang berkaitan erat dengan datangnya 1 Muharram dalam kalender Hijriah.

Bagi masyarakat Jawa, malam satu suro adalah bukan sekadar pergantian tahun, melainkan momentum spiritual yang sarat makna budaya, simbolisme, dan nilai religius. Beragam ritual digelar di berbagai daerah dengan tujuan berbeda, mulai dari kirab pusaka, tirakatan, hingga doa bersama sebagai ungkapan syukur dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Contents

    • 0.1. You might also like
    • 0.2. Pembangunan Bendung Pante Lhong II Dipercepat, Safrizal ZA Optimis Sesuai Jadwal
    • 0.3. Menhub Tegaskan Pemenuhan Hak Korban KMP Mutiara Sentosa II
  • 1. Sejarah Malam Satu Suro Berasal dari Penyatuan Kalender Jawa dan Hijriah
  • 2. Asal Usul Nama Suro
  • 3. Makna Spiritual Malam Satu Suro
  • 4. Mitos dan Kepercayaan yang Berkembang di Masyarakat
  • 5. Ragam Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah
    • 5.1. 1. Solo: Kirab Pusaka dan Kebo Bule Kyai Slamet
    • 5.2. 2. Yogyakarta: Mubeng Beteng
    • 5.3. 3. Cirebon: Pembacaan Babad dan Ziarah
    • 5.4. 4. Bantul: Ritual Samas
    • 5.5. 5. Magetan: Ledug Suro
    • 5.6. 6. Upacara Labuhan
  • 6. Simbol-Simbol dalam Tradisi Malam Satu Suro
    • 6.1. Jenang Suran
    • 6.2. Dupa
    • 6.3. Tawasul
  • 7. Pendapat Buya Yahya tentang Anggapan Bulan Suro Membawa Sial
  • 8. Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal: Jangan Menganggap Suro Sebagai Bulan Sial
  • 9. Malam Satu Suro sebagai Warisan Budaya dan Refleksi Diri
  • 10. FAQ Seputar Malam Satu Suro
    • 10.1. 1. Malam satu suro adalah apa?
    • 10.2. 2. Apakah Malam Satu Suro sama dengan 1 Muharram?
    • 10.3. 3. Mengapa Malam Satu Suro dianggap sakral?
    • 10.4. 4. Apa sejarah munculnya tradisi Malam Satu Suro?
    • 10.5. 5. Apa arti kata “Suro”?
    • 10.6. 6. Tradisi apa saja yang dilakukan saat Malam Satu Suro?
    • 10.7. 7. Mengapa banyak orang menghindari hajatan pada bulan Suro?
    • 10.8. 8. Bagaimana pandangan Buya Yahya tentang bulan Suro?
    • 10.9. 9. Apakah Islam mengajarkan bahwa bulan Suro adalah bulan sial?
    • 10.10. 10. Apa makna “eling lan waspada” dalam tradisi Suro?
    • 10.11. 11. Apa simbol yang sering ditemukan dalam tradisi Malam Satu Suro?
    • 10.12. 12. Apa tujuan utama masyarakat merayakan Malam Satu Suro?
    • 10.13. 13. Apakah Malam Satu Suro hanya dirayakan masyarakat Jawa?
    • 10.14. 14. Apakah ada doa khusus untuk Malam Satu Suro?
    • 10.15. 15. Apa pesan yang dapat dipetik dari tradisi Malam Satu Suro?

You might also like

: Pembangunan darurat fisik Bendung Peusangan/Bendung Pante Lhong II di Teupin Mane-Beunyot, Juli, Bireuen, dikebut oleh pelaksana. Targetnya pada Oktober 2026, bendungan tersebut sudah dapat mengalirkan air ke sawah-sawah petani di kabupaten tersebut. (Foto: Satgas PRR Pascabencana Sumatera)

Pembangunan Bendung Pante Lhong II Dipercepat, Safrizal ZA Optimis Sesuai Jadwal

4 August 2026
: Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat meninjau korban kecelakaan kapal KMP Mutiara Sentosa II , pemerintah akan mengawal pemenuhan seluruh hak korban dan keluarga korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II. Selain terus mendukung proses pencarian dan evakuasi, Kementerian Perhubungan memastikan seluruh penumpang dan keluarga memperoleh layanan serta pendampingan yang dibutuhkan. (Foto: Humas Kemenhub)

Menhub Tegaskan Pemenuhan Hak Korban KMP Mutiara Sentosa II

4 August 2026

Pemahaman mengenai malam satu suro adalah juga berkembang melalui perpaduan tradisi lokal dan ajaran Islam sejak masa Kesultanan Mataram. Namun di balik berbagai mitos yang berkembang, para ulama mengingatkan agar masyarakat tidak meyakini bulan Suro sebagai bulan pembawa kesialan, melainkan sebagai bulan mulia yang sepatutnya diisi dengan amal kebaikan.

ADVERTISEMENT

Sejarah Malam Satu Suro Berasal dari Penyatuan Kalender Jawa dan Hijriah

Tradisi Malam Satu Suro berakar dari perubahan sistem penanggalan pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo dari Kesultanan Mataram Islam pada 1613–1645 Masehi.

Saat itu, masyarakat Jawa masih menggunakan Kalender Saka yang dipengaruhi tradisi Hindu. Di sisi lain, kerajaan Islam telah menggunakan kalender Hijriah. Sultan Agung kemudian memadukan keduanya menjadi Kalender Jawa sebagai upaya menyatukan masyarakat yang beragam.

Penyatuan tersebut mulai diberlakukan pada Jumat Legi bulan Jumadil Akhir tahun 1555 Saka atau bertepatan dengan 8 Juli 1633 Masehi. Sejak saat itu, tanggal 1 Suro ditetapkan sebagai awal tahun baru Jawa.

Menurut berbagai literatur sejarah, langkah Sultan Agung bukan hanya bertujuan memperluas syiar Islam, tetapi juga mempererat persatuan masyarakat Jawa yang kala itu memiliki latar belakang keyakinan berbeda.

Asal Usul Nama Suro

Kata “Suro” diyakini berasal dari bahasa Arab, yakni Asyura, yang berarti “sepuluh” atau merujuk pada tanggal 10 Muharram.

Dalam perkembangannya, pelafalan masyarakat Jawa mengubah kata Asyura menjadi Suro hingga akhirnya menjadi nama bulan pertama dalam Kalender Jawa.

Dalam tradisi Islam-Jawa, sepuluh hari pertama bulan Suro dianggap memiliki nilai spiritual yang tinggi. Namun, masyarakat meyakini bahwa kesakralan tersebut lebih banyak dipengaruhi budaya keraton dibanding anggapan bahwa bulan Suro merupakan bulan pembawa petaka.

Makna Spiritual Malam Satu Suro

Bagi masyarakat Jawa, Malam Satu Suro menjadi waktu untuk melakukan perenungan diri atau tafakur atas perjalanan hidup selama setahun terakhir.

Tradisi ini mengajarkan nilai-nilai:

  • Bersyukur kepada Tuhan atas nikmat yang telah diberikan.
  • Mengevaluasi kesalahan dan dosa yang telah dilakukan.
  • Memohon keselamatan dan perlindungan.
  • Mempererat silaturahmi.
  • Mengingat kematian serta pentingnya memperbaiki diri.

Dalam perspektif etnosains, malam ini dipahami sebagai bentuk pengetahuan lokal yang mencerminkan hubungan antara manusia, alam semesta, dan Sang Pencipta.

Praktik tirakat, tapa bisu, hingga puasa mutih dipandang sebagai upaya pengendalian diri dan penjernihan batin yang memiliki nilai psikospiritual.

Mitos dan Kepercayaan yang Berkembang di Masyarakat

Tradisi Malam Satu Suro tidak dapat dipisahkan dari berbagai mitos yang berkembang dari generasi ke generasi.

Sebagian masyarakat meyakini malam tersebut sebagai waktu terbaik untuk memohon keselamatan, ketenangan hidup, dan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Di sejumlah daerah, ritual tertentu juga dipercaya mampu mendatangkan perlindungan spiritual.

Misalnya:

  • Tradisi Labuhan dilakukan untuk memohon keselamatan nelayan dan hasil tangkapan yang melimpah.
  • Ritual Samas di Bantul bertujuan mengenang Maheso Suro yang dipercaya membawa kemakmuran masyarakat pesisir selatan.
  • Sebagian masyarakat menghindari hajatan besar selama bulan Suro karena dianggap kurang baik.

Namun, keyakinan tersebut tidak berlaku seragam karena setiap daerah memiliki interpretasi berbeda terhadap Malam Satu Suro.

Ragam Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah

Perayaan Malam Satu Suro memiliki kekhasan di setiap wilayah.

1. Solo: Kirab Pusaka dan Kebo Bule Kyai Slamet

Keraton Surakarta menggelar Jamas Pusaka dan Kirab Pusaka yang dimulai sekitar tengah malam.

Kirab tersebut diikuti para abdi dalem, prajurit keraton, serta kebo bule Kyai Slamet yang menjadi daya tarik masyarakat.

Kebo bule dipercaya sebagai cucuk lampah atau pengawal pusaka keraton.

2. Yogyakarta: Mubeng Beteng

Masyarakat dan abdi dalem melakukan ritual berjalan kaki mengelilingi benteng keraton dalam keheningan.

Tradisi ini dikenal sebagai mubeng beteng dan dimaknai sebagai laku prihatin serta refleksi diri.

3. Cirebon: Pembacaan Babad dan Ziarah

Keraton Kanoman menggelar pembacaan Babad Cirebon yang dilanjutkan dengan ziarah ke makam Sunan Gunung Jati.

4. Bantul: Ritual Samas

Tradisi ini bertujuan mengenang Maheso Suro yang diyakini membawa kesejahteraan masyarakat pesisir selatan.

5. Magetan: Ledug Suro

Perayaan Ledug Suro diwarnai pembagian Bolu Rahayu yang telah didoakan dan dipercaya membawa keberkahan.

6. Upacara Labuhan

Ritual persembahan dilakukan sebagai bentuk permohonan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar para nelayan diberi perlindungan saat melaut.

Simbol-Simbol dalam Tradisi Malam Satu Suro

Beberapa simbol yang kerap hadir dalam tradisi Malam Satu Suro antara lain:

Jenang Suran

Melambangkan tanggung jawab manusia terhadap kehidupannya sendiri.

Dupa

Digunakan sebagai bagian dari penghormatan kepada leluhur, terutama dalam tradisi keraton.

Tawasul

Dilakukan untuk mendoakan dan menghormati jasa para pendahulu yang berperan dalam penyebaran Islam.

Pendapat Buya Yahya tentang Anggapan Bulan Suro Membawa Sial

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Prof KH Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya, menegaskan bahwa Muharram bukan bulan pembawa musibah.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak berprasangka buruk kepada Allah SWT.

“Dalam Hadits Qudsi, Allah itu senang dengan yang berprasangka baik supaya dapat kebaikan. Hari Allah semuanya baik, hari jelek hanya ada satu, yakni saat anda bermaksiat. Menikah itu hari baik, syukuran. Nggak tahu kenapa, di Jabar juga ada Bulan Kapit, di Jatim ada Bulan Suro yang dianggap malapetaka, padahal kebalikannya, yakni bulan penuh rahmat,” ujar Buya Yahya dalam program Buya Yahya Menjawab di kanal Al-Bahjah TV.

Ia melanjutkan:

“Dari 12 bulan Allah, empat di antaranya bulan haram salah satunya adalah Muharram, itu adalah bulan yang dimuliakan, bukan bulan petaka. Ndak ada itu, jangan dipercaya. Itu adalah suudzon pada Allah.”

Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal: Jangan Menganggap Suro Sebagai Bulan Sial

Pimpinan Ponpes Darush Sholihin, Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal, juga mengingatkan bahwa anggapan bulan Suro membawa kesialan tidak memiliki dasar dalam syariat Islam.

“Karena bulan ini adalah bulan sial, sebagian orang tidak mau melakukan hajatan nikah, dsb. Ketahuilah saudaraku bahwa sikap-sikap di atas tidaklah keluar dari dua hal yaitu mencela waktu dan beranggapan sial dengan waktu tertentu,” tulis Ustaz Muhammad Abduh.

Ia menegaskan bahwa musibah bukan disebabkan oleh waktu tertentu.

“Setiap kesialan atau musibah yang menimpa sebenarnya bukanlah disebabkan oleh waktu, orang, atau tempat tertentu. Namun, semua itu adalah ketentuan Allah Ta’ala Yang Maha Bijaksana.”

Malam Satu Suro sebagai Warisan Budaya dan Refleksi Diri

Terlepas dari beragam mitos yang menyertainya, Malam Satu Suro tetap menjadi salah satu warisan budaya penting masyarakat Jawa.

Tradisi ini bukan hanya tentang ritual yang bersifat simbolik, tetapi juga mengajarkan nilai introspeksi, rasa syukur, pengendalian diri, penghormatan kepada leluhur, serta upaya mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Melalui berbagai laku spiritual yang dijalankan, masyarakat diajak untuk terus bersikap eling lan waspada—ingat akan jati diri sebagai makhluk Tuhan dan waspada terhadap berbagai godaan yang dapat menyesatkan dalam menjalani kehidupan.

FAQ Seputar Malam Satu Suro

1. Malam satu suro adalah apa?

Malam Satu Suro adalah malam pergantian tahun dalam Kalender Jawa yang menandai datangnya tanggal 1 Suro. Tradisi ini memiliki makna spiritual dan budaya yang kuat bagi masyarakat Jawa, serta sering dikaitkan dengan momentum introspeksi, doa, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

2. Apakah Malam Satu Suro sama dengan 1 Muharram?

Tidak selalu sama. Secara historis, 1 Suro dalam Kalender Jawa berkaitan dengan 1 Muharram dalam Kalender Hijriah. Namun, dalam praktik penanggalan tertentu, waktu pelaksanaannya dapat berbeda karena sistem perhitungan kalender yang tidak sepenuhnya sama.

3. Mengapa Malam Satu Suro dianggap sakral?

Masyarakat Jawa memandang Malam Satu Suro sebagai waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri, memohon keselamatan, bersyukur, dan memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta. Kesakralan ini juga dipengaruhi oleh tradisi keraton yang diwariskan secara turun-temurun.

4. Apa sejarah munculnya tradisi Malam Satu Suro?

Tradisi ini berawal dari penyatuan Kalender Saka dan Kalender Hijriah yang dilakukan Sultan Agung Hanyokrokusumo pada masa Kesultanan Mataram sekitar tahun 1633 Masehi. Tujuannya untuk menyatukan masyarakat Jawa yang memiliki latar belakang budaya dan keyakinan berbeda.

5. Apa arti kata “Suro”?

Kata “Suro” berasal dari bahasa Arab, yaitu “Asyura”, yang berarti “sepuluh”. Dalam pelafalan masyarakat Jawa, kata tersebut berubah menjadi Suro dan digunakan sebagai nama bulan pertama dalam Kalender Jawa.

6. Tradisi apa saja yang dilakukan saat Malam Satu Suro?

Setiap daerah memiliki tradisi berbeda, di antaranya:

  • Kirab Pusaka dan Kebo Bule di Solo.
  • Mubeng Beteng di Yogyakarta.
  • Pembacaan Babad Cirebon dan ziarah makam Sunan Gunung Jati.
  • Ritual Samas di Bantul.
  • Ledug Suro di Magetan.
  • Upacara Labuhan di wilayah pesisir.

7. Mengapa banyak orang menghindari hajatan pada bulan Suro?

Sebagian masyarakat masih meyakini adanya pantangan menggelar hajatan besar pada bulan Suro karena dianggap kurang baik. Namun, keyakinan ini merupakan bagian dari tradisi budaya dan tidak berlaku secara universal.

8. Bagaimana pandangan Buya Yahya tentang bulan Suro?

Buya Yahya menegaskan bahwa Muharram atau Suro bukan bulan pembawa petaka. Menurutnya, Muharram justru termasuk bulan yang dimuliakan dalam Islam dan sebaiknya diisi dengan amal kebaikan serta prasangka baik kepada Allah SWT.

9. Apakah Islam mengajarkan bahwa bulan Suro adalah bulan sial?

Tidak. Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal menjelaskan bahwa menganggap suatu waktu sebagai pembawa kesialan termasuk bentuk mencela waktu. Dalam Islam, musibah bukan disebabkan oleh bulan tertentu, melainkan merupakan ketetapan Allah SWT.

10. Apa makna “eling lan waspada” dalam tradisi Suro?

“Eling” berarti selalu ingat kepada Allah SWT dan menyadari posisi manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya. Sementara “waspada” berarti berhati-hati terhadap godaan, kesalahan, dan berbagai hal yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam keburukan.

11. Apa simbol yang sering ditemukan dalam tradisi Malam Satu Suro?

Beberapa simbol yang sering digunakan antara lain:

  • Jenang Suran, sebagai lambang tanggung jawab hidup.
  • Dupa, sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dalam tradisi tertentu.
  • Tawasul, sebagai doa dan penghormatan kepada para pendahulu yang berjasa dalam penyebaran Islam.

12. Apa tujuan utama masyarakat merayakan Malam Satu Suro?

Tujuan utamanya adalah memohon keselamatan, mengungkapkan rasa syukur, melakukan introspeksi diri, mempererat silaturahmi, menghormati leluhur, serta meningkatkan kedekatan spiritual kepada Tuhan Yang Maha Esa.

13. Apakah Malam Satu Suro hanya dirayakan masyarakat Jawa?

Tradisi ini identik dengan masyarakat Jawa, khususnya di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Namun, beberapa daerah lain di Indonesia juga memiliki bentuk peringatan serupa dengan karakteristik budaya masing-masing.

14. Apakah ada doa khusus untuk Malam Satu Suro?

Tidak ada doa khusus yang diajarkan secara spesifik oleh Nabi Muhammad SAW untuk malam pergantian tahun. Namun, terdapat doa-doa yang diriwayatkan dari para sahabat untuk dibaca saat memasuki awal bulan atau tahun sebagai bentuk permohonan keselamatan dan keberkahan.

15. Apa pesan yang dapat dipetik dari tradisi Malam Satu Suro?

Malam Satu Suro mengajarkan pentingnya evaluasi diri, menjaga hubungan dengan Tuhan dan sesama, menghargai warisan budaya, serta menjadikan pergantian tahun sebagai momentum memperbaiki kualitas hidup dan meningkatkan ketakwaan.

Tags: Kapan Malam Satu SuroMalam Satu SuroMalam Satu Suro AdalahMitos Malam Satu Suro
ADVERTISEMENT
Hendrawan

Hendrawan

Related Stories

: Pembangunan darurat fisik Bendung Peusangan/Bendung Pante Lhong II di Teupin Mane-Beunyot, Juli, Bireuen, dikebut oleh pelaksana. Targetnya pada Oktober 2026, bendungan tersebut sudah dapat mengalirkan air ke sawah-sawah petani di kabupaten tersebut. (Foto: Satgas PRR Pascabencana Sumatera)

Pembangunan Bendung Pante Lhong II Dipercepat, Safrizal ZA Optimis Sesuai Jadwal

by masfajar
4 August 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Pembangunan Bendung Pante Lhong II di Kabupaten Aceh Besar sedang dikebut agar dapat selesai sesuai dengan target...

: Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat meninjau korban kecelakaan kapal KMP Mutiara Sentosa II , pemerintah akan mengawal pemenuhan seluruh hak korban dan keluarga korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II. Selain terus mendukung proses pencarian dan evakuasi, Kementerian Perhubungan memastikan seluruh penumpang dan keluarga memperoleh layanan serta pendampingan yang dibutuhkan. (Foto: Humas Kemenhub)

Menhub Tegaskan Pemenuhan Hak Korban KMP Mutiara Sentosa II

by Dwina
4 August 2026
0

Headline.co.id, Menteri Perhubungan ~ Budi Karya Sumadi, menegaskan bahwa seluruh hak korban dan keluarga korban insiden KMP Mutiara Sentosa II...

Bot Telegram Mengatasnamakan EDABU BPJS Kesehatan Tawarkan Data Berbayar

EDABU BPJS Kesehatan Palsu Beredar di Telegram, Masyarakat Diminta Jaga Data Pribadi

by Hendrawan
4 August 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Kanal Telegram bernama “EDABU BPJS BOT” yang mencatut nama EDABU BPJS Kesehatan dipastikan bukan layanan resmi milik...

PIP Termin Kedua Agustus 2026 Cair, Begini Cara Cek Penerima Secara Online

Cek PIP 2026 Ramai Dicari, Simak Cara Melihat Status dan Mencairkan Bantuan Agustus

by Hendrawan
4 August 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Pencarian cek PIP meningkat pada Selasa (4/8/2026) seiring dimulainya penyaluran Program Indonesia Pintar termin kedua pada Agustus...

Wakapolri: Bergabungnya Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo ke UBISA Perkuat Jejaring Nasional Pusat Studi Kepolisian

Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo Gabung UBISA, Wakapolri Optimis Perkuat Studi Kepolisian

by Lia
4 August 2026
0

Headline.co.id, Wakapolri ~ Komjen Pol. Gatot Eddy Pramono, menyatakan bahwa bergabungnya Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo ke Universitas Bhayangkara Jakarta...

Polda Banten Gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla, Kapolda Tekankan Pencegahan Jadi Prioritas

Polda Banten Prioritaskan Pencegahan dalam Apel Kesiapsiagaan Karhutla

by Fajar
4 August 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Polda Banten menggelar apel kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 4 Agustus 2026. Acara ini...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Presiden Prabowo Jamin Kompensasi untuk Korban Kecelakaan KRL-KA di Bekasi

Presiden Prabowo Jamin Kompensasi untuk Korban Kecelakaan KRL-KA di Bekasi

28 April 2026
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian dan evakuasi dua remaja yang tenggelam di Embung Kaliaji, Kapanewon Turi, Sleman, Jumat (5/6/2026) pagi. Kedua korban berhasil ditemukan di kedalaman sekitar tiga meter setelah operasi penyelaman, sementara satu rekan korban selamat dan segera meminta bantuan warga

Dua Remaja Tewas Tenggelam di Embung Kaliaji Sleman Saat Menunggu Sunrise, Satu Rekannya Selamat

5 June 2026
Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Pelestarian Bahasa Jawa

Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Pelestarian Bahasa Jawa

15 May 2026
Pentingnya Literasi Keuangan Digital bagi Generasi Muda

Pentingnya Literasi Keuangan Digital bagi Generasi Muda

22 May 2026
BPBD Bener Meriah Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Kampung Sukajadi

BPBD Bener Meriah Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Kampung Sukajadi

29 December 2025
Terikat Janji Jadi Sinetron Papan Atas, Ungguli Program di Slot Tayang Berdekatan

Sinetron Terikat Janji Makin Populer, Cetak Rekor Rating dan Syuting di Hotel Mewah Bali

21 July 2026

Pencegahan Covid-19 dan Demam Berdarah, Polda DIY Gaet PMI Selenggarakan Donor Darah

9 April 2020

Artikel Terbaru

Mahasiswa UGM Ikut Konferensi Keamanan Siber Nuklir di Austria, Sampaikan Hasil Riset Standarisasi Keamanan Komputer dalam Pengembangan PLTN

Mahasiswa UGM Wakili Indonesia di Konferensi Keamanan Siber Nuklir di Austria

4 August 2026
Naik 18 Peringkat, UGM Masuk Ranking 206 Dunia QS WUR 2027

UGM Naik ke Peringkat 206 Dunia dalam QS World University Rankings 2027

4 August 2026
Malam Pertama Dimas Adi Bersama Persebaya, Langkah Awal Mengejar Mimpi

Debut Dimas Adi di Persebaya: Awal Perjalanan Karier di Usia 17 Tahun

4 August 2026
Update Kondisi Pemain Persebaya Usai Duel Kontra Port FC

Kondisi Terkini Alex Martins Usai Cedera di Laga Persebaya vs Port FC

4 August 2026
Waspadai Arema FC, Coach Tavares Pastikan Persebaya Siap Bertarung

Persebaya Siap Hadapi Arema FC di Semifinal Piala Presiden 2026

4 August 2026
UGM Raih Penghargaan Best Account Media Sosial di Ajang GSM Award 2026

UGM Raih Penghargaan Akun Media Sosial Terbaik di GSM Award 2026

4 August 2026
PREVIEW PERSIB VS PERSIJA: JAGA MENTALITAS DI SEMIFINAL

Persija Siap Hadapi Persib di Semifinal Piala Presiden 2026 Tanpa Penonton

4 August 2026

Popular Story

Bupati Pulang Pisau Lantik 130 Pejabat Baru, Tekankan Efisiensi Pelayanan
Pemerintah

Bupati Pulang Pisau Lantik 130 Pejabat Baru, Tekankan Efisiensi Pelayanan

by wahyu
28 July 2026
0

Headline.co.id, Pulang Pisau ~ Bupati Pulang Pisau, H. Ahmad Rifa'i, melantik dan...

Read moreDetails

Prakiraan Cuaca Besok Tanjung Pinang dan Pangkal Pinang, Hujan atau Berawan?

SMK Bintara Batang Tingkatkan Prestasi Nasional dan Modernisasi Pendidikan

Pemkot Probolinggo Raih Lima Penghargaan di Harganas ke-33 Jawa Timur

Leeds United Balikkan Keadaan, Tundukkan Liverpool 4-2

Wakil Bupati Sergai Dorong Penguatan Peran PKK dalam Pemberdayaan Masyarakat

Prakiraan Cuaca Besok Rabu 29 Juli 2026 Ambon dan Ternate, Hujan atau Panas?

DPR RI Akan Tindaklanjuti Aspirasi Guru TK Terkait Kesejahteraan

Gempa Magnitudo 3,6 Guncang Blitar, Warga Diminta Tetap Waspada

Cuaca Besok Hujan atau Panas di Sumatera? Cek Medan, Pekanbaru, Bengkulu, Padang, dan Palembang

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.