Headline.co.id, Pekanbaru ~ Enam jemaah haji asal Provinsi Riau saat ini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Awal Bros Botania, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Kondisi kesehatan yang belum pulih membuat mereka belum dapat melanjutkan perjalanan pulang ke daerah asal masing-masing.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, menyatakan bahwa keenam jemaah tersebut berasal dari kelompok terbang (kloter) yang berbeda. Dua orang berasal dari Kloter BTH 03, satu orang dari Kloter BTH 04, dan tiga orang dari Kloter BTH 05.
“Benar, saat ini ada enam jemaah yang sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Awal Bros Botania Batam. Mereka memerlukan penanganan lebih lanjut sebelum mendapatkan rekomendasi laik terbang dari tim dokter,” ujar Defizon di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Rabu (10/6/2026).
Defizon menambahkan bahwa panitia penyelenggara ibadah haji terus memantau perkembangan kondisi kesehatan para jemaah secara berkala. Pemerintah Provinsi Riau bersama Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh kebutuhan pelayanan medis bagi jemaah yang masih dirawat dapat terpenuhi hingga mereka dinyatakan pulih.
Ia menjelaskan bahwa proses pemulangan ke daerah asal akan dilakukan setelah para jemaah memperoleh surat keterangan laik terbang dari tim medis rumah sakit. “Insya Allah setelah para jemaah dinyatakan sehat dan mendapatkan izin terbang dari dokter, proses pemulangan ke kabupaten dan kota asal di Riau akan difasilitasi. Seluruh mekanisme transportasi telah dikoordinasikan dan menjadi tanggung jawab pihak travel angkutan domestik PT Krakatau,” katanya.
Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji Provinsi Riau secara umum berlangsung lancar. Hingga kedatangan Kloter BTH 06 melalui Debarkasi Batam, sebanyak 1.768 jemaah dan petugas haji asal Riau telah kembali ke Tanah Air.
Berdasarkan data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Batam, jumlah tersebut terdiri atas 1.741 jemaah haji reguler, delapan Petugas Haji Daerah (PHD), tiga pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 16 petugas kloter.
Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau berharap seluruh jemaah yang masih menjalani perawatan dapat segera pulih dan kembali berkumpul bersama keluarga di daerah asal masing-masing.























