Headline.co.id, Lumajang ~ Dalam upaya memperkuat peran masyarakat sebagai agen informasi desa, peserta acara IGID Menyapa Lumajang: Guyub Rame, Jaga Info mendapatkan pelatihan tentang teknik penulisan potensi daerah yang efektif dan edukatif. Kegiatan ini berlangsung di Lumajang, Jawa Timur, pada Rabu (10/6/2026) dengan menghadirkan Triantoro, Redaktur Indonesia.go.id, sebagai narasumber.
Triantoro memberikan pembekalan kepada peserta dengan pendekatan 3E+1N, yaitu Educate (mendidik), Empower (memberdayakan), Enlightenment (mencerahkan), dan Nationalism (nasionalisme). Ia menekankan pentingnya menulis potensi desa dari sudut pandang yang segar dan memberikan nilai tambah. “Potensi desa perlu ditulis dari sudut pandang yang lebih segar dan memberikan nilai tambah. Jangan hanya menceritakan keberhasilannya, tetapi juga proses, tantangan, strategi, dan manfaat yang dirasakan masyarakat,” ujar Triantoro.
Menurutnya, tulisan yang demikian tidak hanya menarik untuk dibaca, tetapi juga menjadi inspirasi dan pembelajaran bagi daerah lain. Peserta diajak untuk melihat potensi desa bukan sekadar sebagai objek pemberitaan, melainkan sebagai sumber inspirasi yang dapat mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Triantoro menambahkan bahwa berita mengenai desa harus memberikan pengetahuan baru, mendorong kemandirian masyarakat, memperjelas pemahaman publik terhadap pembangunan desa, serta memperkuat semangat kebangsaan.
Pada kesempatan yang sama, Lintang Linggar Pekasih, seorang konten kreator digital, menegaskan bahwa media sosial seharusnya tidak hanya dimanfaatkan untuk mengejar popularitas atau viralitas semata, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan promosi potensi daerah. Menurutnya, setiap pengguna media sosial memiliki kesempatan untuk membangun citra diri sekaligus memperkenalkan berbagai potensi lokal kepada masyarakat yang lebih luas. “Media sosial bisa membangun personal branding, memperluas relasi, sekaligus memperkenalkan potensi daerah yang kita miliki. Karena itu, mari konsisten membagikan konten positif dan menghindari penyebaran informasi negatif,” ujar Lintang.
Lintang menjelaskan bahwa setiap unggahan di ruang digital akan menjadi bagian dari jejak digital yang membentuk reputasi seseorang. Oleh sebab itu, generasi muda perlu membangun identitas digital yang positif melalui konten yang autentik, informatif, dan bermanfaat. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menjadi kreator informasi yang aktif mempromosikan potensi lokal melalui berbagai platform digital.
Kolaborasi kemampuan membuat konten yang menarik dan keterampilan menulis yang baik diyakini dapat memperluas jangkauan informasi positif dari desa hingga tingkat nasional.





















