Headline.co.id, Banda Aceh ~ Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menekankan pentingnya kolaborasi sebagai fondasi utama dalam pembangunan Kota Banda Aceh. Hal ini disampaikan saat ia menjadi narasumber pada acara Jakarta Future Festival 2026: Navigating Resilience yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada Jumat (5/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Illiza menjelaskan bahwa semangat kolaborasi telah menjadi bagian integral dari sejarah panjang Banda Aceh sejak abad ke-17. Kota ini berkembang melalui perdagangan rempah dan jalur sutra, yang menjadikannya memiliki tradisi keterbukaan dan kerja sama yang terus diwariskan hingga kini.
Menurut Illiza, kekuatan kolaborasi sangat terlihat saat Aceh bangkit dari bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi 21 tahun lalu. Dukungan dari berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri, menjadi fondasi penting dalam proses pemulihan dan pembangunan kembali daerah tersebut.
“Alhamdulillah, pascatsunami Aceh menjadi bukti kuatnya kolaborasi kemanusiaan dunia. Ratusan pemerintah daerah, NGO nasional dan internasional, puluhan negara donor, lembaga PBB, serta berbagai lembaga keuangan dunia bersatu memberikan bantuan, menjadikannya salah satu operasi bantuan dan rekonstruksi pascabencana terbesar dalam sejarah,” ujar Illiza.
Ia menambahkan bahwa semangat kolaborasi tersebut kini menjadi visi utama dalam pembangunan Kota Banda Aceh. Dengan pengalaman sebagai Wakil Wali Kota, Wali Kota, anggota DPR RI, hingga kembali memimpin Banda Aceh, Illiza terus memperkuat jejaring kerja sama untuk mendorong kemajuan kota. “Banda Aceh juga memperkuat branding kota sebagai kota kolaborasi dan kota parfum Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Illiza.


















