Headline.co.id, Jogja ~ Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) berhasil mencapai prestasi internasional dengan masuk dalam peringkat top 100 dunia versi World University Rankings for Innovation (WURI) 2026. Dalam ajang ini, FKG UGM bersaing dengan 96 negara, 1.927 universitas, dan 13.211 program inovasi. FKG UGM menempati posisi teratas dalam dua kategori, yaitu Representative Research Project dengan inovasi Dental Silkbon dan Financial Impact-Driven Technology Transfer melalui inovasi Propasdent.
Dekan FKG UGM, Prof. Dr. drg. Suryono, S.H., M.Kes., menyatakan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian ini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras tim selama beberapa tahun terakhir. “Saya merasa sangat senang dan bangga terhadap tim yang telah bekerja keras. Dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun terakhir, FKG UGM berhasil menempatkan diri pada berbagai kategori pemeringkatan dunia,” ujarnya pada Selasa (2/6).
FKG UGM menjadi satu-satunya fakultas yang bersaing di universitas-universitas besar dari berbagai negara. Menurut Suryono, pencapaian ini tidak terlepas dari kemampuan institusi dalam membangun narasi atas reputasi dan inovasi yang dimiliki. Ia menilai banyak perguruan tinggi sebenarnya memiliki prestasi besar, tetapi belum mampu mensosialisasikannya secara optimal kepada publik internasional. “Sebaik apapun prestasi yang dimiliki, jika tidak pernah dikenalkan kepada pihak eksternal, maka tidak akan pernah mendapat rekognisi,” katanya.
Suryono juga menekankan pentingnya manajemen yang kreatif dan inovatif dalam membangun citra institusi. Ia menyebutkan bahwa kemampuan menarasikan capaian secara strategis perlu agar dapat terbaca oleh lembaga pemeringkatan dunia. Pada tahun 2024, FKG UGM pernah menempati peringkat keenam dunia dalam kategori Entrepreneurial Spirit, mengungguli universitas ternama seperti Oxford dan Harvard University. “Tentu perangkingan bukan satu tujuan, tetapi setidaknya kita membuktikan bahwa prestasi itu kalau dibiarkan ya tidak ubahnya semacam emas yang tertutup lumpur,” ujarnya.
Mengenai dua inovasi tersebut, Suryono menjelaskan bahwa satu produk telah selesai pada tahap hilirisasi prototipe, sementara yang lain menuju komersialisasi. Produk pertama adalah pengembangan serat sutra sebagai material kedokteran gigi, yang dapat digunakan untuk pengikat gigi goyah maupun bahan gigi tiruan. Inovasi kedua adalah pasta gigi Propasdent yang berfokus pada menjaga keseimbangan mikroflora rongga mulut. “Salah satu kekuatan inovasi kita adalah mengangkat kearifan lokal untuk digunakan sebagai bagian daripada material. Seperti yang diketahui material kedokteran gigi itu kan 90 persen impor, tetapi ternyata kita dengan berbahan lokal pun bisa menciptakan,” jelasnya.
Suryono menambahkan bahwa kedua inovasi tersebut merupakan upaya FKG UGM agar hasil penelitian tidak berhenti hanya pada publikasi. Ia mengungkapkan bahwa FKG berusaha agar inovasi dapat dilanjutkan menuju hilirisasi hingga tahap komersialisasi. Menurutnya, budaya riset di perguruan tinggi perlu diarahkan agar mampu menghasilkan dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas.
Meski telah meraih peringkat dunia, Suryono menilai tantangan berikutnya adalah memperkuat aspek komersialisasi hasil inovasi. Ia berharap UGM dapat memiliki unit khusus yang mampu membantu pemasaran dan pengembangan produk hasil riset dari berbagai fakultas. “Kami berharap ada unit khusus di UGM yang bisa membantu komersialisasi produk hasil hilirisasi riset sehingga dapat menjadi sumber pendanaan tambahan bagi pengembangan institusi,” ujarnya.
Ke depan, FKG UGM berencana untuk terus mengikuti berbagai kategori pemeringkatan internasional lainnya. Namun, Suryono menyatakan bahwa fakultas bertekad tidak ingin bertanding pada kategori yang sama, melainkan mencoba masuk ke bidang lain yang sesuai dengan kekuatan fakultas. Ia berharap budaya inovatif, kreatif, dan keberanian untuk menunjukkan potensi institusi dapat terus dipertahankan oleh sivitas akademika FKG UGM. “Tidak ada yang tidak bisa dilakukan selama kita mau berusaha. Saya yakin generasi berikutnya di FKG UGM ini bisa melanjutkan prestasi yang telah kita capai dan sangat luar biasa,” tuturnya.




















