Headline.co.id, Jakarta ~ Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, mengonfirmasi bahwa ketersediaan hewan kurban nasional tahun ini berada dalam kondisi aman dan bahkan mengalami surplus. Berdasarkan laporan yang diterima, jumlah hewan kurban secara nasional mencapai sekitar 3,2 juta ekor, sementara kebutuhan diperkirakan sekitar 2,4 juta ekor, sehingga terdapat surplus sekitar 800 ribu ekor.
Wamentan Sudaryono menyatakan bahwa kondisi ini menunjukkan pasokan ternak nasional dalam keadaan baik dan mencerminkan daya tahan masyarakat di tengah berbagai tantangan global. “Ini artinya alhamdulillah Allah telah memberikan rahmat-Nya, telah memberikan rezekinya kepada bangsa kita, negara kita. Hari ini di saat kesulitan perang di mana-mana kita dalam keadaan yang baik, itu perlu tentu kita syukuri bersama,” ujar Sudaryono saat kegiatan penyembelihan hewan kurban di Masjid Nurul Iman, Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Rabu (27/5/2026).
Data nasional menunjukkan adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kurban. Berdasarkan data iSIKHNAS, jumlah pemotongan hewan kurban secara nasional pada 2025 mencapai 2.268.764 ekor, meningkat 11,5 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebanyak 2.033.995 ekor. Optimisme ini juga terlihat dari pelaksanaan kurban di lingkungan Kementerian Pertanian yang mencatat rekor tertinggi sepanjang penyelenggaraan. Tahun 2026 ini, sebanyak 49 ekor hewan kurban, terdiri dari 41 ekor sapi dan 8 ekor kambing, terkumpul di Masjid Nurul Iman Kantor Pusat Kementerian Pertanian.
Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada 2024 tercatat sebanyak 2 ekor sapi dan 15 kambing, meningkat menjadi 9 ekor sapi dan 10 kambing pada 2025, lalu melonjak menjadi 41 ekor sapi dan 8 kambing pada tahun 2026 ini. “Insyaallah negara kita baik, pertumbuhannya baik dan kita bisa lihat partisipasi dari jumlah kurban di masjid ini saja,” ujar Sudaryono yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
Hewan kurban berasal dari berbagai pihak, termasuk Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wamentan Sudaryono, pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian, mitra kerja, BUMN, hingga HKTI yang menyalurkan 15 ekor sapi kurban. Untuk memastikan penyembelihan berjalan sesuai syariat dan standar kesehatan, panitia melibatkan 41 Juru Sembelih Halal (Juleha) binaan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH). “Tolong juga seluruh penyembelihan hewan ini dilaksanakan dengan higienis, dengan baik, bersih, sehingga tidak menimbulkan satu hal yang tidak kita inginkan,” kata Sudaryono.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, juga melaporkan bahwa ketersediaan hewan kurban nasional dalam kondisi aman dan terkendali. Berdasarkan proyeksi Ditjen PKH, total ketersediaan hewan kurban mencapai sekitar 3,2 juta ekor, terdiri dari 860 ribu ekor sapi, 34 ribu ekor kerbau, 1,4 juta ekor kambing, dan 935 ribu ekor domba. “Kami melaporkan bahwa ketersediaan hewan kurban secara nasional cukup aman dan terkendali. Total proyeksi ketersediaan sebanyak 3,2 juta ekor, sementara proyeksi kebutuhan nasional kita untuk pengadaan hewan kurban ini sebanyak 2,4 juta ekor sehingga masih ada surplus sekitar 800 ribu ekor,” ujar Agung Suganda.
Agung juga menyampaikan bahwa tahun ini pemerintah menyalurkan lebih dari 1.000 ekor sapi bantuan kemasyarakatan Presiden yang didistribusikan ke provinsi, kabupaten/kota, Ibu Kota Nusantara (IKN), serta berbagai lembaga masyarakat. “Totalnya itu ada 1.000 lebih sapi kurban bantuan kemasyarakatan dari Bapak Presiden dan alhamdulillah setiap tahun ini naik terus. Tahun kemarin 981, sekarang 1.000 lebih karena ini bentuk kepedulian dari Presiden kepada kita semua, khususnya para peternak,” kata Agung.
Selain itu, pelaksanaan dam haji di dalam negeri juga mengalami peningkatan. Jika tahun lalu sekitar 10 ribu ekor kambing disembelih melalui skema dam haji, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 32.690 ekor. Menurut Agung, peningkatan tersebut berpotensi memberikan dampak positif bagi peternak nasional. “Kalau 200 ribu jemaah haji saja ditambah dengan kebutuhan kurban tadi, maka setiap tahun paling tidak lebih dari 2 juta ekor harus disiapkan dan ini menambah keberkahan bagi teman-teman peternak kita,” ujarnya.




















