Headline.co.id, Gubernur Aceh ~ Muzakir Manaf, mengajukan permohonan kepada DPR RI untuk mendukung percepatan alokasi anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh untuk periode 2026-2028. Permohonan ini disampaikan dalam rapat bersama Satgas Penanganan Bencana DPR RI yang berlangsung di Gedung Nusantara IV DPR RI pada Senin, 25 Mei 2026.
Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, dan dihadiri oleh sejumlah menteri, termasuk Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri PUPR Dody Hanggodo. Dari pihak Pemerintah Aceh, hadir pula Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir, Asisten II Setda Aceh, serta jajaran Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan kepala biro terkait.
Dalam kesempatan tersebut, Muzakir Manaf mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada DPR RI, Kementerian Dalam Negeri, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya, termasuk Pemerintah Provinsi Sumatra Utara dan Sumatra Barat, atas dukungan mereka dalam penanganan bencana di Aceh. Selain meminta percepatan anggaran, ia juga melaporkan bahwa pemulihan infrastruktur di Aceh terus berlangsung. Sebanyak 46 ruas jalan nasional telah kembali berfungsi, dan 1.521 dari total 1.638 ruas jalan provinsi telah operasional.
Untuk jembatan yang terdampak bencana, penanganan dilakukan dengan pemasangan jembatan Bailey, Armco, dan jembatan perintis guna memperlancar mobilitas masyarakat. Di sektor hunian, pembangunan hunian sementara telah mencapai 94,61 persen atau sebanyak 16.716 unit yang sudah dihuni masyarakat. Pembangunan hunian tetap juga terus dipercepat dengan dukungan dari BNPB, Polri, Kemenko Polkam, Tzu Chi, dan Kementerian PKP.
Muzakir Manaf juga menyoroti penanganan sektor sumber daya air yang masih terus dikejar, terutama pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan akibat lumpur bencana untuk mencegah banjir saat hujan lebat. Rehabilitasi irigasi, bendung, muara, penyediaan air bersih, serta penguatan tanggul dan jaringan irigasi juga akan terus dipacu melalui berbagai skema, termasuk tambahan transfer ke daerah. Di sektor pertanian, rehabilitasi sawah terdampak telah mencapai sekitar 27 ribu hektare dari target 35 ribu hektare.
Realisasi bantuan sosial, bantuan isi hunian, jaminan hidup (jadup), serta stimulan ekonomi kepada masyarakat terdampak telah mencapai sekitar 98,5 persen. Program tersebut juga mencakup dukungan pemulihan ekonomi dan layanan psikososial bagi warga terdampak bencana. Muzakir Manaf menambahkan bahwa program tambahan transfer ke daerah (TKD) terus dijalankan untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi sektor jalan, hunian tetap, irigasi, pertanian, sosial, hingga pemulihan ekonomi masyarakat.
Dalam rapat itu, ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh masih melakukan perpanjangan masa transisi darurat karena masih terdapat kebutuhan dasar masyarakat yang belum sepenuhnya tertangani, termasuk hunian sementara dan penyelesaian pekerjaan darurat.





















