Headline.co.id, Lumajang ~ Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) menekankan pentingnya ketahanan keluarga sebagai dasar utama dalam pembangunan sosial di daerah tersebut. Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menyatakan bahwa pembangunan sosial tidak hanya bergantung pada program berskala besar, tetapi harus dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.
Dewi menegaskan bahwa PKK tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana kegiatan pemberdayaan, tetapi juga sebagai aktor strategis dalam meningkatkan kualitas sosial masyarakat dari tingkat keluarga. “Kalau keluarga kuat, maka struktur sosial di atasnya akan ikut kuat. Di situlah pembangunan daerah menjadi lebih kokoh dan berkelanjutan,” ujar Dewi dalam Rapat Pengurus TP PKK di Panti PKK, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, pada Senin (25/5/2026).
Menurut Dewi, kebijakan ini menandai pergeseran paradigma pembangunan daerah dari pendekatan berbasis proyek besar menuju penguatan kehidupan sehari-hari masyarakat. Dalam pendekatan ini, keluarga dipandang sebagai ruang intervensi strategis karena menjadi tempat pembentukan karakter, kesehatan, pendidikan, dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Ia menyebutkan bahwa PKK menjadi penggerak utama yang hadir langsung di tingkat akar rumput untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui pendekatan yang sederhana, terarah, dan berdampak nyata. Pendekatan ini dinilai relevan untuk menjawab tantangan sosial saat ini. Perubahan kualitas masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kebijakan besar, tetapi juga oleh konsistensi penguatan di tingkat keluarga.
Dewi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik dengan perangkat daerah, lembaga pendidikan, layanan kesehatan, maupun elemen masyarakat lainnya. Dengan menempatkan keluarga sebagai fondasi pembangunan, TP PKK Lumajang berharap keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari capaian infrastruktur, tetapi juga dari kualitas kehidupan sosial masyarakat yang semakin kuat, mandiri, dan berdaya.






















