Headline.co.id, Gorontalo ~ Provinsi Gorontalo mempersiapkan layanan kesehatan terpadu menjelang pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII tahun 2026. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menyatakan bahwa sektor kesehatan memiliki peran penting dalam memastikan kelancaran dan keamanan acara tersebut. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Jajaran Kesehatan pada Jumat, 22 Mei 2026.
Anang menekankan pentingnya kesiapan pelayanan kesehatan sebagai prioritas bersama, mengingat skala acara yang besar. “PENAS merupakan kegiatan nasional yang menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Karena itu, kesiapan pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas bersama agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, sehat, dan lancar,” ujar Anang.
Sebanyak 220 tenaga medis dan tenaga kesehatan akan dikerahkan dan ditempatkan di berbagai lokasi strategis. Mereka akan bersiaga di posko home stay, penginapan, lokasi pameran, area seremonial, tempat wisata, serta rumah sakit lapangan dan rumah sakit rujukan. Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo juga telah menyiapkan mekanisme skrining kesehatan ketat bagi peserta sejak hari kedatangan.
Proses skrining awal dilakukan secara digital melalui pengisian formulir daring terkait riwayat penyakit menular maupun tidak menular. Ini akan diikuti dengan pemeriksaan fisik di titik kedatangan dan posko home stay. Untuk mengantisipasi kondisi kegawatdaruratan, dinas menyiapkan sistem pelayanan terpadu yang diperkuat oleh dokter, perawat, tenaga surveilans, serta armada ambulans evakuasi. Rumah sakit lapangan di lokasi utama juga akan dilengkapi dengan fasilitas ICU mini.
Selain itu, sejumlah rumah sakit rujukan seperti RSUD Ainun Habibie, RSUD dr. M.M. Dunda Limboto, dan RS Aloei Saboe telah diminta menyediakan satu tempat tidur darurat khusus bagi peserta PENAS. (mcgoronmtaloprov/ilb/md)




















