Headline.co.id, Presiden Republik Indonesia ~ Prabowo Subianto, melaksanakan panen raya udang vannamei di Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, Presiden Prabowo turut serta memanen udang bersama para pekerja lokal di tengah tambak.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi udang nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembangunan budidaya terintegrasi di Waingapu dengan luas 2000 hektare dan tambak udang di Sulawesi Utara seluas 200 hektare.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan bahwa panen raya kali ini merupakan siklus kedelapan sejak BUBK Kebumen diresmikan pada tahun 2023. Hasil panen yang diperkirakan mencapai 80 ton telah diserap oleh pelaku usaha lokal dengan harga jual rata-rata Rp70.000 per kilogram.
Tambak modern seluas 100 hektare ini dirancang untuk terus berproduksi guna mendukung daya saing udang nasional di pasar global. Kegiatan budidaya udang di 139 petak produksi ini mengikuti prinsip best practice, dengan dukungan fasilitas intake, tandon, saluran inlet dan outlet terpisah, kolam produksi, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang ramah lingkungan.
Menurut data, nilai ekspor udang nasional mengalami peningkatan pada tahun 2025 dengan nilai mencapai USD1,87 miliar, lebih tinggi dibandingkan dua tahun sebelumnya yang masing-masing bernilai USD1,68 miliar (2024) dan USD1,73 miliar (2023).
BUBK Kebumen memiliki total luas 100 hektare, dengan 65 hektare di antaranya merupakan area terbangun yang mencakup gedung perkantoran, sarana prasarana pendukung kegiatan budidaya, hingga kolam-kolam produksi yang berjumlah 139 petak. Operasional BUBK Kebumen berhasil menyerap 645 tenaga kerja lokal.
Panen raya udang vannamei siklus ke-8 di BUBK Kebumen juga dihadiri oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Angga Raka Prabowo, serta pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI.























