Headline.co.id, Jakarta ~ Politeknik Pelayaran Surabaya kembali menorehkan prestasi di kancah internasional dengan meraih medali emas dan perak pada ajang Perlis International Engineering Invention and Innovation Exhibition 2026 (Pi-ENVEX 2026) yang diadakan di Malaysia dari tanggal 14 hingga 16 Mei 2026. Ajang tahunan ini diselenggarakan oleh Universiti Malaysia Perlis dan diikuti oleh 221 peserta dari berbagai negara, dengan fokus pada bidang teknik, sains, teknologi, serta inovasi sosial.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Suharto, memberikan apresiasi atas pencapaian taruna Poltekpel Surabaya. Menurutnya, prestasi ini menunjukkan kualitas sumber daya manusia transportasi Indonesia di tingkat global. “Ini merupakan prestasi yang membanggakan bisa meraih medali emas dan medali perak dari ajang internasional, sejalan dengan nilai-nilai PROPRESTASI yang dipegang BPSDMP,” ujar Suharto dalam keterangannya pada Jumat (22/5/2026).
Suharto menambahkan bahwa kemenangan ini tidak hanya merupakan capaian akademik, tetapi juga menunjukkan bahwa inovasi para taruna telah selaras dengan program transportasi hijau dan berkelanjutan yang tengah dikembangkan pemerintah. “Hal ini membuktikan bahwa pemikiran taruna telah sejalan dengan program Kementerian Perhubungan yang secara konsisten mengimplementasikan sistem transportasi hijau dan berkelanjutan untuk menurunkan emisi karbon dan polusi,” katanya.
Dalam kompetisi tersebut, Poltekpel Surabaya mengirimkan dua tim inovator muda dalam kategori Sustainable Environment and Energy. Tim pertama, OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion), terdiri dari taruna program studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Kelistrikan Kapal dan Diploma III Elektro Pelayaran. Tim ini meraih medali emas melalui karya bertajuk The Potential Utilization of Ocean Thermal Energy Conversion yang mengangkat pemanfaatan energi panas laut sebagai sumber energi maritim berkelanjutan.
Sementara itu, tim kedua, MO-WAVE (Mobile Wave Powered Vessel), berhasil meraih medali perak lewat inovasi Blue Energy on the Move: Innovation Mobile Wave Powered Vessel for Remote Archipelagos. Karya ini berfokus pada pemanfaatan energi gelombang laut untuk mendukung transportasi kapal di wilayah kepulauan terpencil.
Suharto berharap inovasi yang dikembangkan para taruna tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat diimplementasikan dalam sistem transportasi nasional yang tengah memasuki era transisi energi ramah lingkungan. “Saya berharap ide, gagasan, dan pemikiran para taruna ini tidak berhenti hanya sebatas karya ilmiah, tapi dapat diimplementasikan pada transportasi di Indonesia yang saat ini sedang dalam transisi energi ramah lingkungan, elektrifikasi massal, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Direktur Politeknik Pelayaran Surabaya, Moejiono, menyatakan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari bimbingan intensif dosen pembimbing serta dedikasi para taruna dalam mengembangkan inovasi teknologi. Menurut Moejiono, capaian ini membuktikan bahwa taruna Indonesia tidak hanya unggul dalam pendidikan vokasi, tetapi juga mampu bersaing dalam riset dan inovasi teknologi ramah lingkungan di tingkat internasional. “Prestasi ini membuktikan bahwa taruna kelautan Indonesia tidak hanya andal dalam aspek vokasional, tetapi juga unggul dalam riset dan inovasi teknologi ramah lingkungan,” katanya.
Pencapaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh taruna untuk terus berinovasi dan memperkuat daya saing Indonesia di industri maritim global. Keberhasilan taruna Poltekpel Surabaya ini juga sejalan dengan agenda Asta Cita pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul, memperkuat inovasi teknologi nasional, serta mempercepat transformasi transportasi hijau dan berkelanjutan.




















