Healdine.co.id, OKU Timur ~ Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi selama beberapa hari terakhir di wilayah Kecamatan Belitang dan sekitarnya, Kabupaten OKU Timur, mulai berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan sektor perekonomian warga. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PGK OKU Timur mendesak Pemerintah Kabupaten OKU Timur hingga Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah SPBU, sementara warga harus menunggu berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini dinilai semakin meresahkan karena hingga kini masyarakat masih menunggu kepastian terkait penyebab dan penanganan kelangkaan BBM tersebut.
Ketua DPD PGK OKU Timur, Hendrianto, mengatakan kelangkaan BBM telah mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, terutama yang bergantung pada ketersediaan bahan bakar untuk bekerja dan menjalankan usaha.
“Aktivitas warga terganggu karena bahan bakar merupakan kebutuhan penting untuk menunjang pekerjaan dan kegiatan ekonomi,” ujar Hendrianto.
Menurutnya, dampak kelangkaan BBM tidak hanya dirasakan oleh masyarakat umum, tetapi juga memengaruhi sektor pertanian dan perdagangan yang menjadi penopang ekonomi masyarakat di wilayah Belitang dan sekitarnya.
Hendrianto menilai pemerintah daerah dan pemerintah provinsi perlu segera hadir memberikan solusi agar kondisi tidak semakin berkepanjangan. Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat terkait penyebab kelangkaan BBM yang terjadi.
PGK Soroti Minimnya Informasi Resmi
Selain persoalan distribusi, PGK OKU Timur turut menyoroti minimnya informasi resmi yang diterima masyarakat selama terjadinya kelangkaan BBM. Menurut Hendrianto, kurangnya komunikasi dari pihak terkait dapat memicu spekulasi di tengah masyarakat dan memperbesar keresahan warga.
Ia mengatakan masyarakat membutuhkan penjelasan yang jelas mengenai penyebab kelangkaan, langkah penanganan yang sedang dilakukan, hingga estimasi normalisasi distribusi BBM di wilayah tersebut.
“Termasuk informasi mengenai langkah penanganan serta kapan distribusi dapat kembali berjalan normal,” katanya.
PGK OKU Timur pun mendesak Bupati OKU Timur dan Gubernur Sumatera Selatan agar segera turun tangan dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan pasokan BBM kembali lancar.
Distribusi dan Pengawasan Diminta Diperketat
Selain percepatan penanganan, PGK OKU Timur juga meminta adanya pengawasan lebih ketat terhadap proses distribusi BBM agar pasokan dapat tepat sasaran dan kebutuhan masyarakat segera terpenuhi.
Menurut Hendrianto, pengawasan distribusi menjadi langkah penting untuk mencegah persoalan serupa terus berulang dan memastikan masyarakat memperoleh haknya atas kebutuhan energi.
Sementara itu, masyarakat berharap kelangkaan BBM di Belitang dapat segera diatasi mengingat bahan bakar memiliki peran vital dalam menunjang mobilitas, aktivitas ekonomi, hingga pekerjaan harian warga. Hingga saat ini, antrean kendaraan di sejumlah SPBU masih terjadi dan menjadi perhatian masyarakat setempat.





















