Headline.co.id, Tanah Datar ~ Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, memfokuskan upaya penanganan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejak Selasa (12/5/2026). Bupati Tanah Datar, Eka Putra, bersama jajaran Forkopimda, turun langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi. Peninjauan dilakukan di Kecamatan Tanjung Emas, Lintau Buo, dan Lintau Buo Utara pada Kamis (14/5/2026), didampingi Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Inf. Agus Priyo Pujo Sumedi, Ketua TP PKK Lise Eka Putra, serta sejumlah pimpinan OPD.
Di lokasi pengungsian Kantor Camat Tanjung Emas, Bupati Eka Putra berdialog dengan warga untuk memastikan ketersediaan makanan, pakaian, dan layanan kesehatan. “Saya meminta camat dan seluruh jajaran terus mengoordinasikan kebutuhan pengungsi. Mulai dari makanan, pakaian, hingga layanan kesehatan harus dipastikan tersedia,” ujar Eka Putra. Ia juga menginstruksikan tenaga kesehatan dari puskesmas setempat untuk tetap siaga dan rutin memeriksa kesehatan warga terdampak.
Salah satu perhatian utama adalah putusnya jembatan di Tanjung Anau, Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo, yang membuat warga terisolasi selama dua hari. Eka Putra menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BNPB untuk pembangunan jembatan bailey sebagai akses darurat. “Kita sudah mengusulkan pembangunan jembatan bailey dan telah berkoordinasi langsung dengan BNPB. InsyaAllah dalam waktu dekat bantuan jembatan bailey segera dipasang di lokasi ini,” katanya.
Bupati mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang membangun jembatan darurat dari batang kelapa. “Saya sangat salut dan bangga kepada masyarakat yang secara gotong royong membangun jembatan darurat sehingga akses kembali bisa dilalui,” ujarnya. Selain infrastruktur, pemerintah daerah juga mempersiapkan langkah pemulihan bagi warga yang rumahnya hanyut atau rusak berat. Pemerintah menawarkan dua pola penanganan hunian: pembangunan hunian tetap terpadu dengan lahan disiapkan pemerintah, atau pola mandiri dengan lahan disediakan warga dan pembangunan rumah dibantu pemerintah.
Bupati memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut, meski sejumlah warga mengalami gangguan kesehatan dan telah mendapatkan penanganan medis. Kerusakan akibat banjir dan longsor masih didata, termasuk ratusan hektare sawah rusak, sejumlah jembatan putus, dan ternak warga hanyut. Pemkab Tanah Datar menetapkan masa tanggap darurat bencana selama 14 hari, dari 13 hingga 26 Mei 2026. Posko utama penanganan bencana dipusatkan di Kantor BPBD Tanah Datar, sementara posko bantuan didirikan di masing-masing kecamatan terdampak.
Pemerintah daerah juga mendirikan dapur umum dan pusat distribusi logistik bagi masyarakat. Bantuan personel TNI dari Batalyon TP Pandeka Gunung Marapi akan diterjunkan untuk membantu pembersihan rumah warga dan lokasi terdampak banjir. “Bantuan berupa sembako, perlengkapan masak, selimut, obat-obatan dan kebutuhan lainnya juga telah mulai disalurkan kepada masyarakat terdampak,” ujar Eka Putra. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi susulan yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.




















