Headline.co.id, Blora ~ Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Blora telah meluncurkan program Kelas Demokrasi di Institut Agama Islam (IAI) Khozinatul Ulum Blora pada Selasa (12/5/2026). Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai mekanisme pengawasan dan penegakan hukum dalam pemilu. Ketua Bawaslu Kabupaten Blora, Andyka Fuad Ibrahim, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan langkah nyata untuk menjaga kualitas demokrasi di Blora. Fokus utama dari kelas ini adalah memberikan pengetahuan mendalam kepada peserta tentang penyelesaian sengketa proses pemilu.
Andyka Fuad Ibrahim menegaskan, “Program ini adalah bagian dari upaya kami untuk memastikan bahwa generasi muda memiliki pemahaman yang baik tentang proses demokrasi dan penegakan hukum pemilu.” Program ini mendapatkan sambutan positif dari pihak kampus. Wakil Rektor III IAI Khozinatul Ulum, Ahmad Saiful Rizal, menyampaikan apresiasinya dan berharap sinergi ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi mahasiswa. “Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif bagi mahasiswa dalam memahami proses demokrasi,” ujarnya.
Kelas Demokrasi ini diikuti oleh 14 mahasiswa terpilih. Selama 10 sesi pertemuan, mereka akan mendapatkan bimbingan langsung dari jajaran Pimpinan Bawaslu Blora. Materi yang diajarkan meliputi teori sistem pemilu, tugas dan fungsi pengawasan, serta mekanisme penegakan hukum pemilu. Pada pertemuan pertama, Muhammad Mustain, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, memberikan materi pengantar mengenai pencegahan dan penindakan pelanggaran.
Selain teori, di akhir periode kelas, para mahasiswa dijadwalkan untuk mengikuti praktik simulasi mediasi dan adjudikasi. Langkah ini diambil agar peserta dapat memahami secara teknis bagaimana sengketa proses pemilu diselesaikan di meja hukum. (MC Kab Blora/Teguh/Eyv).




















