Headline.co.id, Raja Ampat ~ Pemerintah Kabupaten Raja Ampat telah memulai penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada 9.172 penerima di 117 kampung dan empat kelurahan pada Sabtu, 9 Mei 2026. Bantuan ini disalurkan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bekerja sama dengan Bulog Raja Ampat, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Raja Ampat.
Program bantuan ini berasal dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang mencakup penyaluran 183.440 kilogram beras dan 36.688 liter minyak goreng untuk periode Februari hingga Maret 2026. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Raja Ampat, Hosea Ambrauw, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan program pemerintah pusat yang disalurkan ke berbagai daerah, termasuk Raja Ampat.
“Tahun ini, kuota yang diberikan kepada Raja Ampat mencapai lebih dari 183 ton beras dan sekitar 36 ribu liter minyak goreng. Bantuan ini menyasar lebih dari 9 ribu penerima di Raja Ampat,” ujar Hosea di Halaman Kantor Dinas Kominfo Raja Ampat, Sabtu (9/5/2026).
Setiap penerima bantuan mendapatkan 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng per bulan. Pada tahap pertama penyaluran, masyarakat menerima bantuan untuk dua bulan sekaligus, yaitu 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng. “Menurut aturan, penyalurannya dilakukan per tiga bulan. Ini tahap pertama dan seluruh kampung sudah mulai disalurkan,” jelasnya.
Hosea menambahkan bahwa distribusi bantuan dilakukan bersama Bulog dan distributor yang ditunjuk dengan pengawalan dari TNI, Polri, serta aparat kampung untuk memastikan bantuan tepat sasaran. “Kami ingin memastikan bantuan ini benar-benar diterima masyarakat yang berhak. Jangan sampai ada penyalahgunaan di perjalanan atau masyarakat yang seharusnya menerima justru tidak mendapatkan bantuan,” tegasnya.
Sebagian bantuan telah mulai didistribusikan sejak beberapa hari lalu ke wilayah seperti Waigeo Utara dan Mawarboni. Sementara itu, untuk wilayah Distrik Kota Waisai, bantuan telah tiba di kantor-kantor kelurahan dan mulai disalurkan kepada masyarakat setelah penyerahan simbolis.
Hosea juga menekankan pentingnya pembaruan data penerima bantuan yang bersumber dari data Dinas Sosial agar program bantuan ke depan semakin tepat sasaran. “Data penerima terus kami evaluasi dan perbaiki, karena masih ada penerima yang seharusnya tidak mendapat bantuan tetapi tercatat menerima. Ke depan, data ini akan terus dibenahi,” ujarnya.
Hosea berharap agar bantuan pangan dari pemerintah pusat dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang guna membantu meringankan kebutuhan masyarakat di Raja Ampat. “Kami berharap bantuan ini tetap ada, karena masyarakat kita masih sangat membutuhkan,” katanya.




















